Polisi Geledah Rumah Habib Bahar Smith di Sumatera Selatan

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 14:28 WIB
Polisi mengaku tak bisa mengungkapkan barang-barang yang disita pihak kepolisian dari rumah Habib Bahar bin Smith karena domain penyidik kepolisian. Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi terkait ceramahnya yang menyinggung Presiden RI Joko Widodo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian menggeledah rumah Habib Bahar bin Smith di Sumatera Selatan pada Sabtu (1/12) kemarin. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Slamet Widodo membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, pihaknya yang diwakili Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan hanya membantu proses penggeledahan yang dilakukan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

"Kami (Polda Sumatera Selaran) sifatnya membantu saja. Penggeledahan di rumah Habib hari Sabtu kemarin," kata Slamet saat dikonfirmasi wartawan, Senin (3/12).


Lebih dari itu, ia mengaku tidak bisa mengungkapkan barang-barang yang disita pihak kepolisian dari rumah Habib Bahar. Menurutnya, hal tersebut merupakan domain penyidik kepolisian.

"Itu urusan penyidik," ucap Slamet.


Habib Bahar sendiri tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim yang telah diagendakan hari ini, Senin (3/12).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya akan mengirimkan panggilan pemeriksaan kedua apabila Habib Bahar tidak memenuhi jadwal pemeriksaan yang telah diatur penyidik hari ini.

Penyidik, menurutnya, akan mencoba mengirimkan surat panggilan ke alamat tujuan berbeda dari surat panggilan pertama. Pernyataan Dedi ini merespon pernyataan Habib Bahar di salah satu media yang mengaku belum menerima panggilan pemeriksaan.

"Apabila tidak datang akan dipanggil kedua, di alamat pondok pesantren atau alamat tempat tinggal yang lain," ucap Dedi, Minggu (2/12).


Laporan terhadap Habib Bahar muncul akibat pernyataannya dalam sebuah video di media sosial. Dalam video itu, dia menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Dia juga menyebut Jokowi sebagai seorang banci.

Dia dilaporkan oleh Jokowi Mania. Laporan itu diterima dengan nomor : LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tanggal 28 November 2018.

Sementara itu, Habib Bahar juga dilaporkan dengan tuduhan serupa di Polda Metro Jaya oleh Muannas Alaidid. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor : LP/6519/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 28 November 2018.

(mts/DAL)