Polda Jatim Kirim Pasukan Brimob untuk Operasi Maleo di Papua

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 20:39 WIB
Polda Jatim Kirim Pasukan Brimob untuk Operasi Maleo di Papua Satu kompi Brimob berkemampuan khusus dikirim dari Polda Jatim menyusul insiden pembunuhan puluhan pekerja proyek pembangunan jembatan Trans Papua di Nduga. (REUTERS/Darren Whiteside)
Surabaya, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menerjunkan 100 anggota Brimob ke wilayah Papua. Pasukan tersebut akan melakukan operasi penumpasan kelompok kriminal bersenjata (KKB), menyusul insiden pembunuhan 31 pekerja proyek infrastruktur di Nduga, Papua.

"Besok diperkirakan pukul 19.00 WIB, Rabu (5/12), kami akan memberangkatkan satu kompi Brimob 100 orang, yang akan kita droping di daerah papua, dalam Operasi Maleo," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (4/12) di Mapolda Jatim.

Keseratus personel Brimob itu bertolak menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Barung mengatakan mereka dibekali dengan kemampuan khusus, yang sesuai dengan spesifikasi situasi Papua terkini.



"100 itu dipilih, memiliki spesifikasi terhadap situasi yang ada di sana. Nah, spesifikasinya dan situasinya seperti apa, saya tidak bisa menyampaikan ke media," kata Barung.

Namun, Barung enggan memberikan penjelasan lebih mendalam soal situasi di Papua usai penembakan 31 pekerja yang menggarap proyek infrastruktur.

"Kabid Humas tidak berbicara terkait situasi apa yang terjadi di Papua tetapi kami berbicara tentang penguatan pasukan yang akan mem-back up membantu Polda Papua guna Operasi Maleo," katanya.


Nantinya, kata Barung, 100 personel itu bukan hanya khusus untuk menumpas KKB. Selama berada di Papua, status pasukan itu adalah di bawah komando operasi (BKO) Polda Papua yang juga bakal digunakan sebagai personel keamanan, penjagaan dan pengawalan.

"Itu Operasi Maleo, bukan kita khususkan kepada misi memburu KKB saja, tapi juga tentang keamanan, penjagaan, pengawalan terutama kepada objek vital dan hal-hal yang menyangkut tentang situasi yang ada di sana," kata dia.

Sebelumnya, 31 pekerja proyek infrastruktur PT Istaka Karya yang membangun jembatan di dua titik, yakni Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dikabarkan tewas diserang oleh KKB. Sementara salah satu orang yang melarikan diri hingga saat ini belum ditemukan.

Penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. 

(frd/pmg)