Wiranto: Kami Kejar Habis-Habisan Pembunuh Pekerja di Papua

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 19:42 WIB
Wiranto: Kami Kejar Habis-Habisan Pembunuh Pekerja di Papua Menko Polhukam Wiranto. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengejaran secara habis-habisan untuk menangkap pelaku pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Hal itu ia katakan usai melakukan komunikasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian, Selasa (4/12).

"Jadi tadi saya sudah bicara dengan Kapolri, Panglima TNI untuk segera dilakukan pengejaran yang habis-habisan, supaya apa? Supaya tak terulang lagi," kata Wiranto saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/12).


Mantan Panglima ABRI itu menegaskan bahwa pihak aparat kemanan, baik TNI maupun Polri telah mengerahkan pasukannya ke wilayah Nduga untuk menemukan pelaku pembunuhan tersebut.

Meski begitu, ia enggan merinci lebih lanjut berapa kekuatan personel gabungan yang dikerahkan ke wilayah tersebut.


Wiranto mengatakan pengejaran sampai habis-habisan ini bertujuan agar peristiwa serupa tak terulang kembali. "Makanya Ya habis-habisan sampai ketemu, ya dikerahkan," kata dia.

Ia menduga pihak KKSB melakukan upaya penembakan untuk menciptakan teror agar pembangunan di Bumi Cendrawasih itu tak berjalan baik.

"Upaya mereka kan untuk menakut-nakuti agar pembangunan tak berjalan, ini justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua sendiri," kata dia.
Wiranto: Kami Kejar Habis-Habisan Pembunuh Pekerja di PapuaPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolti Jenderal Tito Karnavian. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Selain itu, Wiranto mengaku heran terhadap pelaku penembakan tersebut. Sebab, korban yang ditembak merupakan masyarakat sipil yang berjasa untuk membangun wilayah Papua.

"Lalu ditembakin, dibunuh gitu, ini tentu hal yang sangat tak terpuji, saya nggak habis pikir kenapa mereka membunuh orang-orang yang membangun daerahnya. Tapi itu orang yang sedang berbuat baik, yang berjasa untuk memakmurkan wilayah itu," kata dia.


Diketahui, kejadian penembakan yang dilakukan oleh KKSB terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Sampai saat ini, pihak kepolisian bersama dengan TNI sedang memastikan keberadaan para korban di dua tempat tersebut yaitu Kali Yigi dan Kali Aura. Berdasarkan informasi yang dihimpun korban tewas diduga sebanyak 31 orang. (rzr/osc)