Polri Minta Pembunuhan di Papua Tak Dikaitkan Aksi Surabaya

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 17:30 WIB
Polri Minta Pembunuhan di Papua Tak Dikaitkan Aksi Surabaya TNI dikerahkan ke Nduga untuk mengusut kabar penembakan pekerja di Papua. (STAF STEEL / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian meminta masyarakat tidak mengaitkan insiden pembunuhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan insiden lain.

Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan paling anyar adalah insiden penangkapan ratusan mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur usai menggelar aksi unjuk rasa memperingati 57 tahun Papua Barat.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Syahar Diantono meminta masyarakat memberikan waktu bagi Polri dan TNI untuk menelusuri kebenaran informasi seputar insiden pembantaian pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak lebih dahulu.


"Kejadian ini saja belum bisa kami pastikan, maka harus kami ke TKP dulu. Jangan dulu mengaitkan," kata Syahar di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (4/12).


Lebih dari itu, Syahar mengaku belum bisa memberikan informasi terbaru seputar insiden pembantaian pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak. Menurutnya, aparat gabungan TNI dan Polri masih berupaya masuk ke lokasi kejadian saat ini.

Dia menambahkan, pihaknya belum dapat memberikan informasi yang pasti seputar kejadian dan jumlah korban tewas dari insiden yang dikabarkan berlangsung sejak Sabtu (1/12).

"Nanti baru bisa dipastikan apa yang sebenarnya terjadi dan siapa saja korbannya. Ini baru informasi-informasi dan narasi-narasi yang belum bisa dipastikan, karena belum cek lokasi. Ini baru cerita-cerita," kata Syahar.

Sebelum ada laporan pembunuhan tersebut, berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, pada 1 Desember 2018 sekitar pukul 20.30 WIT, manajer proyek PT Istaka Karya paket pembangunan jembatan Habema-Mugi, Cahyo, menerima telepon dari nomor seluler yang biasa dipegang koordinator lapangan, Jhoni.

Namun, Cahyo mengaku tak paham maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.


Di satu sisi, sebelum telepon tersebut, diketahui komunikasi terakhir dengan Jhoni yang sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi, Kali Nigidirik Distrik Yigi Kabupaten Nduga adalah via pesan singkat pada 30 November 2018 lewat Monang Tobing, petugas PPK Satker PJN IV PU Binamarga.

Setelah menerima laporan pembunuhan, pada 3 Desember 2018 pukul 15.30 WIT, personel gabungan TNI dan Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP RL Tahapary bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi.

Namun, saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Mbua dan menyampaikan untuk tim segera balik kanan karena jalan diblokir KKB. (mts/osc)