Prabowo Janji Lebih Libatkan Disabilitas dalam Buat Peraturan

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 03:22 WIB
Prabowo Janji Lebih Libatkan Disabilitas dalam Buat Peraturan Prabowo Subianto berjanji lebih akan melibatkan kaum disabilitas dalam pembuatan peraturan pemerintahan. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah anggota Komunitas Disabilitas Indonesia, Selasa (4/12). Dalam pertemuan itu, Prabowo disebut menjanjikan melibatkan kaum disabilitas dalam membuat peraturan perundang-undangan.

Salah satunya terkait pelaksanaan UU nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Ketua Komunitas Disabilitas Indoensia, Eka Setiawan pun menyebut Prabowo memang tidak berjanji terkait program-program untuk disabilitas. Hanya saja mantan Danjen Koppasus itu memastikan akan melibatkan penyandang disabilitas dalam pelaksanaan UU, termasuk UU nomor 8 tahun 2016.




"Beliau tidak janji apa-apa. (Prabowo berkata) ketika closing statement tadi, apa yang bisa saya lakukan untuk percepatan UU Disabilitas. Saya akan ajak kerja sama (kaum disabilitas) untuk lakukan itu," kata Eka Setiawan di Rumah Kertanegara, Jakarta, Selasa (4/12).

Eka pun mengatakan dalam UU, bukan perlindungan atau perlakuan khusus yang diperlukan para Penyandang disabilitas. Justru kata dia, para disabilitas ini hanya memerlukan pemberdayaan.

Salah satunya yakni dengan memastikan bahwa penyandang disabilitas akan dijadikan sebagai subjek pembangunan, bukan hanya objek. Ke depan, perlu ada perubahan cara pandang terhadap disabilitas.



"Kami adalah penyandang disabilitas yang harus diberdayakan sesuai potensi yang ada," kata Eka.

Lebih lanjut, Eka kemudian menyinggung rencana pembuatan pabrik khsusus disabilitas yang sempat diinisasi oleh Presiden Joko Widodo atau karib disapa Jokowi. Dia pun mempertanyakan semangat inklusi dalam pembuatan pabrik itu. Apalagi pabrik yang dijanjikan sejak lama itu hingga kini belum terealisasi.



"Pabrik khusus disabilitas. Roh UU nomor 8 tahun 2016, itu membangun inklusi. Apakah pabrik khusus itu inklusi. Jika tidak, jelas disabilitas menolak," kata Eka. (tst/ain)