Alasan DKI Uji Coba Eceng Gondok untuk Jernihkan Air Sungai

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 11:34 WIB
Alasan DKI Uji Coba Eceng Gondok untuk Jernihkan Air Sungai Penanaman eceng gondok di Kali Inlet 3 atau Saluran Penghubung Bisma, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu 5 Desember 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasatpel UPK Badan Air Jakarta Utara Lambas Sigalingging mengatakan uji coba penanaman eceng gondok di sungai yang berdekatan dengan Taman BMW dilakukan untuk membuktikan apakah tanaman tersebut mampu mengatasi polutan sungai.

Menurut Lambas, salah satu penyebab sungai-sungai di Jakarta bau karena ada polutan di sungai tersebut. Lalu, katanya, berdasarkan hasil penelitian dikatakan eceng gondok mampu mengatasi masalah polutan.

"Nah, ini yang mau kita uji coba. Apa benar eceng gondok bisa mengatasi masalah polutan dan menjernihkan air," kata Lambas kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/12).



Pada pelaksanaan uji coba di wilayah Inlet tiga atau sungai yang lokasinya berdekatan dengan taman BMW, kata Lambas, penanaman eceng gondok dilakukan pada dua kolom yang dibuat di sungai itu.

"Kita ciptakan kolom selebar kali, dikali 30 meter. Kita bikin dua kolom. Kolom satu dan dua ada jaraknya sekitar 300 meter," ujar Lambas.

Tak Gunakan APBD DKI

Lambas memastikan uji coba penanaman eceng gondok tersebut tidak menggunakan anggaran dari APBD DKI. Apalagi, sambungnya, eceng gondok yang ditanam di sungai tersebut diambil dari tempat-tempat yang ada di Jakarta, yakni dari Penjaringan dan Cilincing.

Ia menjelaskan pada tiga bulan pertama uji coba, pihaknya akan melihat dulu hasil sampel air dari sungai yang ditanami. Sampel air itu selanjutnya akan diuji di laboratorium milik Dinas Lingkungan Hidup DKI.

Jika sampel air tersebut menunjukkan perubahan signfikan, uji coba akan dilakukan untuk tiga bulan berikutnya.

"Sebaliknya kalau misalnya pada tiga bulan pertama tidak ada perubahan signifikan uji coba kita gagal, ya kita hentikan," ucap Lambas.

Ia menyampaikan awalnya penanaman eceng gondok memang direncanakan dilakukan di Kali Sentiong, tapi hal itu menunggu hasil uji coba terlebih dahulu.

Lambas menyebut tak menutup kemungkinan penanaman eceng gondok juga dilakukan di sungai lainnya bila hasil uji coba ternyata berhasil dan menunjukkan perubahan signifikan terhadap kondisi air di sungai.

"Kalau (penanaman di sungai lain) itu menyangkut kebijakan pimpinan, kita hanya uji coba, kita akan bikin laporan ke pimpinan untuk dijadikan rujukan," tutur Lambas.

Di sisi lain, Lambas menambahkan sempat ada ide untuk melakukan penaman teratai di sungai. Namun, setelah dikaji ternyata akar teratai justru berpotensi menghambat aliran sungai.

"Teratai akarnya cepat panjang. Kalau cepat panjang akan jadi hambatan aliran. Kalau eceng gondok tidak, dia lebih cenderung mengapung, air naik dia ikutan naik," katanya.

(dis/kid)