Usut Bahar bin Smith, Polisi Periksa Sekjen FPI Sumsel

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 16:58 WIB
Usut Bahar bin Smith, Polisi Periksa Sekjen FPI Sumsel Sekjen FPI Sumsel akan diperiksa dalam kasus Habib Bahar bin Smith. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Sumatra Selatan Mahdi Muhammad Syahab dipanggil penyidik Polda Sumsel terkait kasus ujaran kebencian yang tengah menjerat pendiri Majelis Pembela Rasulullah Habib Bahar bin Smith.

Habib Mahdi mengatakan dirinya mendapatkan surat panggilan dari Polda Sumsel pada Senin (3/12) lalu. Namun ia mengaku tidak menerima surat panggilan tersebut secara langsung karena sedang tidak berada di rumah.

"Itu juga terima dari orang warung depan rumah karena saya lagi di luar kota. Otomatis saya tidak bisa hadir. Saya enggak tahu siapa yang kasih surat panggilan," ujar Mahdi kepada wartawan, Rabu (5/12).


Usai mendapatkan surat tersebut, Mahdi langsung berkoordinasi dengan penyidik Polda Sumsel karena berhalangan hadir untuk diperiksa. Namun polisi belum menetapkan jadwal pemeriksaan ulang sampai hari ini.

"Belum tahu kapan bakal diperiksa lagi. Saya siap memberikan keterangan terkait hal tersebut untuk membantu penyelidikan polisi," ungkap dia.


Mahdi kemudian mengungkapkan pernah mengundang Habib Bahar bin Smith untuk mengisi majelis pengajian di Palembang. Meskipun lupa tanggal pengajian tersebut, ia menegaskan acara tersebut diselenggarakan pada tahun 2016.

Mahdi pun mengaku sudah lupa terkait apa yang disampaikan Habib Bahar Smith dalam majelis pengajian tersebut. Karena sejak saat itu pihaknya sudah banyak mengundang ulama besar dan menggelar pengajian dalam skala besar.

"Undangan yang datang waktu pengajian Habib Bahar itu mungkin sampai ribuan. Banyak jamaahnya karena itu acara besar, jadi banyak warga hadir," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mahdi justru membantah adanya penggeledahan rumah Habib Bahar Smith di Palembang. Pasalnya, imbuh Mahdi, Habib Bahar tidak memiliki rumah di Palembang.

"Mungkin itu penggeledahan lokasi acara pengajian," ujar dia.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Slamet Widodo mengungkapkan, terkait penyelidikan kasus Habib Bahar hanya akan dijelaskan dari Mabes Polri.

"Itu kan sudah diwarning, satu suara dari Mabes. Untuk penyelidikan dan pemeriksaan saksi di sini tanya langsung ke Dirkrimum," ujar Slamet.

Senada, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Komisaris Besar Yustan Alpian enggan berkomentat terkait pemanggilan Habib Mahdi.

"Saya enggak paham, Mabes itu. Saya enggak tahu, enggak mau komentar soal itu," ujar dia.

(idz/DAL)