Empat Korban Penembakan di Papua Kembali Dievakuasi

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 19:00 WIB
Empat Korban Penembakan di Papua Kembali Dievakuasi Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak empat orang korban penembakan di Kabupaten Nduga, Papua kembali dievakuasi ke dua rumah sakit berbeda.

Tiga orang di antaranya merupakan karyawan PT Istaka Karya (Persero) dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Jayawijaya, Kabupaten Jayawijaya. Sedangkan satu orang lainnya merupakan anggota TNI dievakuasi ke Mimika.

"Kondisi para korban saat ini tiga masyarakat sipil sedang dirawat di RSUD Jayawijaya. Kemudian satu yang TNI dievakuasi ke mimika, satu terluka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi, Rabu (5/12).



Dia menerangkan, kondisi seluruh korban yang telah dievakuasi masih dalam proses pemulihan karena mengalami luka tembak dan gangguan psikologi berupa rasa takut.

Menurutnya, pihak kepolisian pun telah menerjunkan sebanyak tiga orang dokter termasuk ahli forensik untuk membantu penanganan korban.

"Mudah-mudahan sesegara mungkin rasa ketakutan ini hilang dari waktu ke waktu, perlahan-lahan. Para korban ada beberapa tembakan di lengan kanan, kiri, dan kaki berlubang karena terkena peluru," tutur Kamal.

Dia menambahkan, langkah yang diutamakan pihaknya saat ini adalah penyembuhan korban. Kamal mengatakan pihaknya juga segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar dapat berkomunikasi dengan keluarga korban.


Kejadian penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap para pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT. Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan pihaknya akan melakukan pengejaran habis-habisan untuk menangkap pelaku pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan di Distrik Yigi.

Hal itu ia katakan usai melakukan komunikasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian, Selasa (4/12).

"Jadi tadi saya sudah bicara dengan Kapolri, Panglima TNI untuk segera dilakukan pengejaran yang habis-habisan, supaya apa? Supaya tak terulang lagi," kata Wiranto saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/12)
(mts/pmg)