TPNPB Tak Restui Rezim Jokowi Bangun Infrastruktur di Papua

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 15:49 WIB
TPNPB Tak Restui Rezim Jokowi Bangun Infrastruktur di Papua Unjuk rasa pro-kemerdekaan Papua, di kawasan Bundaran HI, Jakarta, 2014. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) bertekad untuk melakukan serangan lanjutan sebagai upaya membendung pembangunan infrastruktur oleh pemerintah Joko Widodo di Papua. Kelompok ini menganggap segala bentuk kehadiran pemerintah Indonesia di sana sebagai penjajahan.

"Tidak akan mungkin [berhenti], penyerangan akan jalan terus sebab ini hutan kami, tanah kami," ujar juru bicara TPNPB Sebby Sambom kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (5/12) sore.

Ia mengaku pihaknya tidak peduli dengan pengawalan ketat aparat TNI-Polri di sekitar proyek infrastruktur. Serangan akan tetap mereka lakukan secara gerilya.


"TNI-Polri tahu medan dari mana? Kami yang punya alam, kami yang punya moyang, kami yang punya tanah. Jadi spirit of nature dengan kami," tukas Sebby.

Jalan kekerasan berdarah yang diambil TPNPB ini merupakan buntut tuntutan mereka untuk memerdekakan Papua. Kelompok yang dipimpin oleh Goliath Tabuni ini menilai peran pemerintah Indonesia saat ini tak lebih dari penjajah.

Bahkan, TPNPB menganggap semua warga Indonesia yang tinggal di Papua sebagai bagian dari penjajah tersebut. TPNPB bertekad mengusir mereka semua.

"Kami tidak mau Indonesia ada di tanah kami. Indonesia harus keluar dari tanah kami. Kelompok TNI Polisi adalah penjajah, termasuk orang-orang Indonesia yang tinggal di Papua," cetus dia.

"Masyarakat sipilnya termasuk sebagai penjajah, yang datang mendominasi pekerjaan dan menasionalisasi orang Papua. Semua termasuk penjajah," Sebby menambahkan.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan proyek Trans-Papua terus berjalan meski terjadi insiden penembakan proyek jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Jokowi juga telah memerintahkan Panglima TNI Hadji Tjahjanto mengejar dan menangkap pelaku penembakan tersebut.

"Saya sampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar proyek jalan dari Wamena menuju Mamugu tetap diteruskan. Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer (km) harus diselesaikan. Ini harus jalan terus untuk membangun tanah Papua dan mewujudkan keadilan sosial," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (5/12).

(bin/arh)