Tim Jokowi Sebut Prabowo Tunjukkan Karakter Orba Dikte Media

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 18:58 WIB
Tim Jokowi Sebut Prabowo Tunjukkan Karakter Orba Dikte Media Karakter Prabowo mendikte pemberitaan Reuni Aksi 212 dinilai tidak bisa diterapkan saat ini. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut calon presiden Prabowo Subianto perlahan mulai menunjukkan karakter aslinya. Hal itu menanggapi kemarahan Prabowo atas miniminya pemberitaan Reuni Aksi 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/12).

Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy menilai Prabowo memiliki karakter ingin mendikte media layaknya masa Orde Baru.

"Pelan-pelan akhirnya karakter Pak Prabowo itu muncul. Karakter ingin mendikte media, mem-framing media. Ini kan seperti 20 tahun yang lalu," ujar Lukman di Rumah Cemara, Jakarta, Kamis (6/12).



Lukman menuturkan karakter Prabowo mendikte pemberitaan media tidak bisa diterapkan saat ini. Sebab, ia menilai media saat ini tumbuh dengan objektivitas dan cara pandangnya sendiri.

Lebih lanjut, politikus PKB ini menuturkan banyak media sejatinya memberitakan Reuni Aksi 212. Namun, pemberitaan itu dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, seperti siaran langsung atau talk show.

"Kalau kemudian kebanyakan atau sebagian besar TV, media cetak dan elektronik ini menyiarkan fakta sebenarnya, bukan framing saya kira tidak bisa disalahkan TV medianya. Itu bagian objektivitas," ujarnya.

Tim Jokowi Sebut Prabowo Tunjukkan Karakter Orba Dikte MediaWakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Di sisi lain, Lukman menilai media cetak maupun elektronik memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan suatu hal sesuai dengan fakta di lapangan. Media, kata dia, bukan pihak yang menutup mata dan telinga atas semua fakta yang ada di lapangan.

"Baik itu pra-212 maupun evaluasi setelah 2 Desember itu. Jadi pada pasisi inilah saya melihat Pak Prabowo itu tidak klir dalam menilai pilar demokrasi media, dalam rangka kosolidasi demokrasi kita," ujar Lukman.

Dia menegaskan media merupakan pilar demokrasi. Oleh karena itu, ia meminta Prabowo tidak menggunakan subjektivitas sepihak dalam menilai kerja media.


Sebelumnya, Prabowo meluapkan kekesalannya kepada sejumlah media arus utama karena tak memberitakan Reuni Aksi 212 secara objektif. Dia menuding media saat ini kerap berbohong dan memanipulasi masyarakat.

"Saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka (wartawan) lagi. Mereka hanya anteknya orang yang ingin hancurkan Republik Indonesia," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai kemarahan Prabowo kepada wartawan karena sejumlah media tidak menerapkan standar jurnalistik saat meliput Reuni Aksi 212.

Sementara Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyarankan Prabowo bersabar menghadapi fenomena media massa yang dianggap berpihak. Menurutnya, Prabowo mesti mendahulukan sikap bijaksana.

(panji/pmg)