PPAD: Penumpasan KKB di Papua Tidak Harus Bunuh Mereka

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 22:35 WIB
PPAD: Penumpasan KKB di Papua Tidak Harus Bunuh Mereka Ketua Umum PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai operasi militer di Papua tidak selalu dengan senjata, tetapi pemikiran KKB juga perlu ditumpas. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) berpendapat penyelesaian insiden pembunuhan di Nduga, Papua, oleh militer harus dilakukan secara terpadu. Pelaksanaan operasi militer di Papua tidak selalu dengan senjata.

Ketua Umum PPAD Letjen Purnawirawan Kiki Syahnakri mengatakan akar masalah penembakan di Papua berkaitan dengan keadilan sosial.

"Mengingat masalahnya adalah keadilan sosial maka mendorong pemerintah untuk menangani masalah Papua secara terpadu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan," kata Kiki di Gedung PPAD, Jakarta Timur, Jumat (7/12).



Kiki mengatakan penuntasan gerakan bersenjata tidak melulu dengan pembunuhan atau pertumpahan darah. Namun penyelesaian konflik bisa berakhir dengan perundingan.

Salah satu hal yang perlu dituntaskan dari kelompok tersebut adalah mengubah pola pikir.

"Tidak pernah ada penumpasan kelompok bersenjata di lapangan, selalu di meja. Bukan harus dibunuh mereka itu," kata mantan Panglima Penguasa Darurat Militer Timor-Timor.


Kiki menjelaskan prinsip operasi militer adalah melawan gerakan gerilya. "Prinsip operasi ini operasi lawan militer. Jangan dikira operasi militer selalu tembak-tembakan, yang ditumpas pikiran mereka, bukan fisiknya mereka," ujar Kiki.

Kiki menyebut kelompok yang membunuh para pekerja sebagai gerombolan separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka. Menurutnya, serangan yang terjadi lebih dari sekali dan mengganggu keamanan negara.

Selain itu, Kiki mengatakan tujuan kelompok tersebut adalah untuk memisahkan diri dari Indonesia dan sudah terorganisasi secara militer.


Kejadian penembakan terhadap puluhan pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada Minggu (2/12) kemarin sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.

Tragedi penembakan itu diketahui telah menewaskan sejumlah pekerja proyek jembatan jalur Trans Papua Distrik Yigi, Kabupaten Nduga.

Hingga Kamis (6/12), baru delapan jenazah karyawan PT Istaka Karya yang telah dievakuasi dari Mbua ke Timika. Proses evakuasi jenazah korban kebrutalan KKB itu menggunakan helikopter TNI AD. (gst/pmg)