"Artinya tidak ada prospek lagi disana [Prabowo-Sandiaga] saudara-saudara," kata Hasto di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (7/12).
Hasto mengatakan penyataannya bukan tanpa bukti. Ia menyebut maraknya elit politik yang bergabung mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres belakangan ini menjadi penanda indikasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya, kata dia, bergabungnya Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang turut mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres beberapa waktu lalu
Tak hanya itu, ia pun menyebut beberapa kader maupun caleg Partai Demokrat yang mendukung Jokowi-Ma'ruf sebagai tanda kubu Prabowo-Sandiaga tak solid.
"Artinya memang perubahan angin politik yang semakin kuat pada pak Jokowi. Terlihat dukungan yang makin hari makin banyak," ungkapnya.
Selain itu, Hasto menegaskan bahwa Pilpres 2019 tak sekadar untuk memenangkan kandidat semata-mata.
Ia menilai Pilpres 2019 merupakan persoalan bagi masa depan bangsa Indonesia. Sebab, ia menilai Jokowi memiliki track record yang baik dalam membangun Indonesia.
"Mau tahu buktinya. Mari kita lihat Jatigede di Jawa Barat 53 tahun mangkrak. Di bahwa kepemimpinan pak Jokowi yang tahu detail yang rekam jejaknya jelas," kata dia.
"Kita lihat tol yang kemarin diresmikan, dari Bogor, Ciawi, Sukabumi. Yang selama ini macet 6,5 jam, di bawah Pak Jokowi yang lebih dari 16 tahun mangkrak berhasil diselesaikan," kata dia.