Hasto: Prabowo-Sandi Tak Punya Prospek di Pilpres 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 03:30 WIB
Hasto: Prabowo-Sandi Tak Punya Prospek di Pilpres 2019 Sekretaris tim Jokowi-Ma'ruf sebut manuver Demokrat dan Yusril jadi penanda Prabowo-Sandi tak punya prospek di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristianto menyebut pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak punya prospek yang menjanjikan di Pilpres 2019.

"Artinya tidak ada prospek lagi disana [Prabowo-Sandiaga] saudara-saudara," kata Hasto di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (7/12).

Hasto mengatakan penyataannya bukan tanpa bukti. Ia menyebut maraknya elit politik yang bergabung mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres belakangan ini menjadi penanda indikasi tersebut.



Salah satunya, kata dia, bergabungnya Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang turut mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres beberapa waktu lalu

Tak hanya itu, ia pun menyebut beberapa kader maupun caleg Partai Demokrat yang mendukung Jokowi-Ma'ruf sebagai tanda kubu Prabowo-Sandiaga tak solid.

Padahal Partai Demokrat sendiri telah bergabung dalam barisan Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres.

"Artinya memang perubahan angin politik yang semakin kuat pada pak Jokowi. Terlihat dukungan yang makin hari makin banyak," ungkapnya.


Selain itu, Hasto menegaskan bahwa Pilpres 2019 tak sekadar untuk memenangkan kandidat semata-mata. 

Ia menilai Pilpres 2019 merupakan persoalan bagi masa depan bangsa Indonesia. Sebab, ia menilai Jokowi memiliki track record yang baik dalam membangun Indonesia.

"Mau tahu buktinya. Mari kita lihat Jatigede di Jawa Barat 53 tahun mangkrak. Di bahwa kepemimpinan pak Jokowi yang tahu detail yang rekam jejaknya jelas," kata dia.

"Kita lihat tol yang kemarin diresmikan, dari Bogor, Ciawi, Sukabumi. Yang selama ini macet 6,5 jam, di bawah Pak Jokowi yang lebih dari 16 tahun mangkrak berhasil diselesaikan," kata dia.

(rzr/DAL)