Wali Kota Bekasi Siap Ajari DKI Jakarta Soal Toleransi

CNN Indonesia | Minggu, 09/12/2018 15:59 WIB
Wali Kota Bekasi Siap Ajari DKI Jakarta Soal Toleransi Walikota Bekasi Rahmat Efendi (kedua kanan), didampingi perwakilan LAPI ITB Suhono H Supangkat (kedua kiri) dan VP Technology & System Telkomsel Ivan C Permana (kiri), berbincang dengan operator usai meresmikan pengoperasian Smart City Bekasi. (ANTARA FOTO/Audy Alwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen mengatakan siap mengajak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Pemprov DKI Jakarta belajar soal toleransi. Kesiapan ia sampaikan usai Bekasi meraih predikat kota toleran dari Setara Institute.

Pernyataan Pepen merespons saran Ketua Setara Institute Hendardi agar Jakarta belajar soal toleransi ke tetangganya, Bekasi. "Oh iya lah [siap mengajari], belajar sama-sama lah," kata Pepen saat ditemui di Kantor Wali Kota Bekasi, Minggu (9/12).

Pepen mengaku bangga kota yang ia pimpin menempati peringkat 6 dari 94 kota yang diteliti terkait Indeks Kota Toleran (IKT) 2018. Terlebih lagi, katanya, Bekasi adalah kota beragam suku, agama, ras, dan golongan.


Ia menyebut Bekasi sebagai miniatur Indonesia. Bekasi berbeda dengan kota toleran lain yang cenderung kurang beragam, seperti Singkawang dan Ambon.


Pepen sedikit membagikan resep menjadi toleran kepada DKI Jakarta terkait toleransi. "Tentunya banyak tahapan, kepala daerah harus punya konsistensi terhadap keberagaman. Jadi memberikan hak-hak kepada warga negara seperti hak kebebasan berpendapat, termasuk hak rumah ibadah," tutur dia.

Setara Institute merilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2018 pada Jumat (7/12). Indeks itu adalah hasil kajian sejak November 2017 hingga Oktober 2018 terhadap 94 dari 98 kota yang ada di Indonesia.

Setara mengkaji empat variabel, yaitu regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial, demografi agama. Bekasi meraih indeks 5,89 dan menempati peringkat enam paling toleran karena dinilai kuat dalam perencanaan pembangunan.

Sementara DKI Jakarta menempati peringkat 92 dengan indeks 2,88. Setara menyebut ada pengaruh dari gesekan saat Pilkada 2017. Sebab itu Jakarta diminta belajar dari Bekasi.

"Betul harus belajar dari Bekasi, sebagai penyangga Jakarta. Ini menarik, penting untuk pengembangan studi terhadap Bekasi kota penyangga yang heterogen, yang tidak beda dengan Jakarta, tapi bisa menjadi masuk 10 kota toleran," ucap Ketua Setara Institute Hendardi.

(dhf/agt)