Peringati Hari HAM, KontraS Napak Tilas Pelanggaran di Aceh

Antara, CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 07:37 WIB
Peringati Hari HAM, KontraS Napak Tilas Pelanggaran di Aceh Kontras napak tilas pelanggaran HAM di Aceh. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh bersama alumni Sekolah HAM dan Keadilan Transisi melakukan napak tilas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di 'Bumi Serambi Mekah' pada Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2018.

Ketua Panitia Afrizal Rahman mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingat kembali sejarah konflik Aceh di masa silam. Menurutnya, upaya mengingat, bukan untuk menguak kembali luka para korban.

"Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat khususnya pemuda agar duka konflik yang telah menelan puluhan ribu korban jiwa di masa lalu itu tak terulang lagi di masa depan," ujarnya seperti dilaporkan Antara, Senin (10/12).



Rangkaian Peringatan Hari HAM 10 Desember, kata dia, menjadi bagian dari upaya menata masa depan Aceh pascaperjanjian damai atau MoU Helsinki antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 silam.

Kegiatan napak tilas mengunjungi ke beberapa titik seperti lokasi penembakan terhadap tokoh Aceh yakni HT Djohan di dekat Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh pada tanggal 10 Mei 2001.

Napak tilas dilanjutkan ke lokasi bekas penjara Keudah di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat ditahan sejumlah tokoh politik dari kalangan GAM sejak tahun 70-an.

Penyitaan bendera GAM oleh polisi Aceh. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Dari Gampong (desa) Keudah, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh napak tilas berlanjut ke lokasi peristiwa penembakan terhadap Rektor Unsyiah Prof Dayan Dawood (7 September 2002) di kawasan Lampriet, Kecamatan Kuta Alam.

Napak tilas juga menyambangi lokasi peristiwa penembakan terhadap Rektor IAIN Ar-Raniry (alm) Prof Safwan Idris (16 September 2000) di Darussalam.

Aksi damai berupa pameran foto dokumentasi masa konflik Aceh juga akan digelar. Pameran tersebut diadakan di arena Car Free Day, Jl T Moh Daud Beureueh, Kuta Alam. Pameran foto dokumentasi masa konflik Aceh disertai dengan pembagian bunga dan cuplikan informasi tentang serangkaian peristiwa kekerasan masa lalu yang pernah terjadi di provinsi paling barat Sumatera ini.

Napak tilas dilanjutkan dengan nonton dan diskusi film berjudul 'Jalan Pedang' karya Dandhy Dwi Laksono yang bercerita rentang sejarah konflik bersenjata di Aceh sebelum perdamaian pada tahun 2005 silam di Kantor Sekretariat KontraS Aceh.

(DAL)