Usut Kasus Neng Meila, Polisi Bandung Tembak Mati Dua Begal

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 18:32 WIB
Usut Kasus Neng Meila, Polisi Bandung Tembak Mati Dua Begal Ilustrasi penembakan. (Istockphoto/PeopleImages)
Bandung, CNN Indonesia -- Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung menembak mati dua orang yang diduga sebagai anggota komplotan begal yang menewaskan Neng Meila Susana (34). Namun, polisi belum bisa memastikan kaitan dua orang itu dengan kasus Neng.

Sebelumnya, Neng Meila, pekerja swasta, meninggal usai dibegal meski sudah mendapat perawatan selama beberapa hari di rumah sakit.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema mengatakan keduanya ditembak mati lantaran berupaya melawan dan melarikan diri dari penangkapan yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Bandung pada Selasa (11/12) dini hari.


"Kedua orang ini awalnya dicurigai kegiatannya pada malam hari. Ketika dikejar, keduanya melakukan perlawanan. Mereka akan menganiaya anggota kita dengan menggunakan senjata tajam," kata Irman di Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung.

Kemudian kedua pelaku, Adi Supriatna (21) dan Agun Gunawan (22) ditindak tegas oleh petugas.

"Sehingga keduanya langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara," katanya.

Kapolrestabes Kombes Irman Sugema.Kapolrestabes Kombes Irman Sugema. (Dok. Huyogo Simbolon)
Keduanya tewas dengan luka tembak di dada di Jalan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Jawa Barat. Kemudian jasadnya dibawa langsung ke RS Sartika Asih.

Menurut Irman, penembakan ini berawal dari informasi kasus pencurian kendaraan bermotor (ranmor) di wilayah Sumur Bandung pada Minggu (9/12). Polisi pun mendapatkan informasi keduanya akan beroperasi di wilayah Cinambo.

Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian melihat motor yang dikendarai pelaku serupa dengan hasil curian yang dilaporkan korban pada hari minggu. Polisi kemudian membuntuti pelaku dari kawasan Cingised hingga Cisaranten.

"Saat itu pelaku kemungkinan mau beraksi," ujarnya.

Polisi sempat melakukan tembakan peringatan ke udara, kata dia, namun pelaku tak mengindahkan dan terus berlari berusaha kabur. Saat polisi mendekati, pelaku mengeluarkan pisau dan berusaha melawan. Lantaran membahayakan petugas polisi terpaksa menembak keduanya.

"Pelaku merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan. Mereka baru keluar dari tahanan sekitar dua minggu, sudah melakukan aksinya lagi. Sebelumnya dipenjara dengan kasus yang serupa dengan hukuman dua tahun," jelasnya.

Pelaku begal ranmor di Karawang dan Jakarta yang ditembak di bagian kaki oleh petugas, di Polres Jakut, 2015.Pelaku begal ranmor di Karawang dan Jakarta yang ditembak di bagian kaki oleh petugas, di Jakarta Utara, 2015. (Reno Esnir)

Terkait dugaan keduanya adalah pelaku yang sama dengan korban Neng Meila, Irman menyebut masih dalam penyelidikan.

"Saat ini polisi masih melakukan langkah penyelidikan. Melihat tingkah laku dan pola kerjanya mengarah pada orang yang diduga pelaku begal di Soekarno-Hatta," ujarnya.
Neng Meila menjadi korban pembegalan pada Senin (26/11) malam di Jl Soekarno-Hatta Bandung. Korban terjatuh dari motor saat pelaku merampas tasnya. Neng kemudian dilarikan ke rumah sakit. Setelah tiga hari menjalani perawatan korban akhirnya meninggal dunia. Dalam kejadian tersebur suami Neng yang membonceng korban hanya mengalami luka ringan.

(hyg/arh)