Sandi Klaim Pemusatan Kampanye di Jateng Hasil Analisanya

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 18:54 WIB
Sandi Klaim Pemusatan Kampanye di Jateng Hasil Analisanya Sandiaga Uno mengatakan ingin lebih banyak berkampanye di Jawa Tengah sehingga muncul gagasan memindahkan pusat kegiatan pemenangan di sana agar memudahkan. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengklaim pemindahan pusat kerja-kerja pemenangan Pilpres 2019 dari Jakarta ke Jawa Tengah merupakan buah pemikiran dirinya.

Diketahui, Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno berencana memindahkan pusat kegiatan pemenangan dari Jakarta ke Jawa Tengah.

"Ini berdasarkan analisa saya," kata Sandi di Pasar Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/12).



Sandiaga mengaku dirinya menggagas pemindahan pusat kegiatan itu karena masih perlu mensosialisasikan diri di Jawa Tengah dengan intensitas yang sering. Itu, kata dia, tentu saja dalam rangka meningkatkan elektabilitas jelang Pilpres 2019.

Pria yang berpasangan dengan Calon Presiden Prabowo Subianto itu pun mengaku ingin lebih sering berkampanye di Jateng. Oleh karena itu, ia pun menilai akan lebih leluasa dan lebih lama berkampanye di sana jika markas pemenangan dipusatkan di Jateng.

"Untuk memudahkan mobilisasi dan logistik tentunya akan sangat mudah kalau kita bergerak dari Jawa Tengah," kata Sandi.

Mengenai kota di Jateng yang akan menjadi pusat kegiatan kampanye, Sandi mengatakan belum ditentukan. BPN Prabowo-Sandi, kata dia, Masih mencari daerah yang paling tepat.

Mantan Wagub DKI Jakarta itu pun berharap lokasi yang dipilih berada di tengah-tengah Jawa Tengah. Menurutnya, itu akan memudahkan untuk berkeliling Jawa Tengah.

"Kalau di Solo juga boleh, tapi saya rasa kan (kampanye) sampai Brebes, terlalu jauh kalau di Solo. Mungkin di tengah-tengah seperti daerah Salatiga, Wonosobo mungkin ya Temanggung daerah situ," ucap Sandi.


Sementara itu, kemarin Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Jateng untuk Prabowo-Sandi, Abdul Wachid menyatakan markas BPN akan dipindahkan ke kota Surakarta, Jawa Tengah.

"Markas pemenangan Prabowo-Sandi akan dipindah ke Solo (Kota Surakarta), menempati empat lokasi. Salah satunya di dekat rumah Pak Jokowi," kata Abdul Wachid di Semarang, Selasa (11/12) seperti dikutip Antara.

Ia mengungkapkan bangunan di Kota Surakarta yang akan menjadi Markas Pemenangan Capres bernomor urut 2 itu milik Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso.

"Pak Djoko (Djoko Santoso) mengatakan ada empat lokasi, salah satunya dekat rumah Pak Jokowi di Sumber, Banjarsari. Itu sudah milik lama, bukan 'ujug-ujug' kita sewa di sana. Itu punya Pak Djoko memang nanti rencana untuk dimanfaatkan," ujar Abdul Wachid.

Empat bangunan Markas Pemenangan Prabowo-Sandi tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai lokasi rapat guna kepentingan koordinasi hingga menyimpan keperluan logistik.

Menurut dia, Djoko pun akan sering mengadakan rapat di Kota Surakarta karena Provinsi Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu daerah yang menjadi fokus pemenangan Capres Prabowo-Sandi.

"Istilahnya kita menusuk ke jantung pertahanan lawan," kata Wachid.

Sandi Klaim Pemusatan Kampanye di Jateng Hasil AnalisanyaCalon Presiden Joko Widodo (kiri) memasang stiker pada dada kiri Calon Wapres Ma'ruf Amin (kanan) usai pengundian nomor urut Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, 21 September 2018.  (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jawa Tengah sendiri selama ini dikenal sebagai 'Kandang Banteng' merujuk pada PDIP tempat lawan politik Prabowo, Joko Widodo (Jokowi) bernaung sebagai kader dan jago dalam Pilpres 2019.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Jokowi-Ma'ruf Amin, Bambang Wuryanto, menilai rencana pemindahan markas pemenangan pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno ke Kota Surakarta justru menguntungkan kubu petahana.

"Rencana itu justru menguntungkan, tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Sandiaga yang secara tanpa sengaja telah membantu memperkuat barisan para 'banteng'," katanya, Rabu.

Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, bendera oposisi pendukung Prabowo-Sandi yang dikibarkan di Jateng tidak akan menjadi ancaman. Namun, lebih merupakan cambuk agar para kader partai politik koalisi merapatkan barisan dan berjuang lebih keras memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Provinsi Jateng selama ini, menurut dia, dikenal dengan istilah sebagai kandang banteng karena PDIP sering meraih suara terbanyak dalam pemilu berbagai tingkatan.

"Mari berkompetisi secara sehat," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah itu.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said mengatakan Jateng merupakan provinsi penting yang harus dimenangi pasangan Prabowo/Sandi.

"Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional," kata Sudirman, Sabtu (8/12).

(Antara/kid)