Jokowi Minta Relawan Bergerak Kuasai Suara Bogor

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 19:31 WIB
Pada Pilpres 2014 silam, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla hanya mendapat 34,27 persen suara di Kabupaten Bogor, sementara Prabowo-Hatta memperoleh 63,73 persen. Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menemui ribuan pendukungnya yang tergabung dalam Baraya Jokowi-Amin Kabupaten Bogor (Barjab) di Stadion Pakansari, Cibinong. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo kembali menyambangi Kabupaten Bogor, Jawa Barat guna bertemu para pendukungnya. Pertemuan dilakukan dalam masa kampanye Pilpres 2019.

Dalam pertemuan itu, Jokowi menyatakan kepada para pendukungnya bahwa raihan suara saat pencoblosan 17 April 2019 nanti bisa mendapat hasil yang jauh signifikan dari perolehan Pilpres 2014 lalu. Mengingat, saat itu Jokowi kalah secara perolehan suara dari Prabowo di Kabupaten Bogor.

"Saya ingin memastikan bahwa di Kabupaten Bogor nantinya di 17 April 2019 angka yang kita peroleh bisa insyaallah di atas 50 persen," kata Jokowi di lahan parkir Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (12/12).


Pernyataan itu disampaikan dengan lantang dan disambut riuh tepuk tangan serta sorakan para pendukung di sana. Acara itu dihadiri sekitar 1.000 pendukung yang tergabung dalam Baraya Jokowi-Amin Kabupaten Bogor (Barjab).

Empat tahun lalu, Joko Widodo-Jusuf Kalla hanya mendapat 852.888 suara atau 34,27 persen. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 1.636.134 suara atau 63,73 persen.

Ia meminta relawan bersatu dan bekerja keras dalam meraih suara. Menurutnya, hal itu bisa diperoleh dengan menyampaikan kinerja serta prestasi pemerintah selama empat tahun terakhir kepada masyarakat secara door to door.

Tak hanya itu, para relawan juga diminta meluruskan isu-isu fitnah yang menyerang dirinya seperti anggota Partai Komunisme Indonesia, antek asing, antek aseng, serta mengkriminalisasi ulama.

"Jangan saya yang ditunjuk-tunjuk. Pasti ada kasusnya. Kalau enggak ada kasus tapi diusut itu baru kriminalisasi. Itu wilayah hukum. Tolong ini dijelaskan. Isu-isu seperti itu," ucapnya.

Keyakinan Memutar Keadaan

Jokowi meyakini perolehan suara mendatang akan berbalik. Hal itu disampaikan setelah melihat militansi pendukungnya dalam acara ini. Pertemuan tadi tetap dilakukan meski hujan deras mengguyur lokasi dan menyebabkan air menggenang di atas mata kaki.

Pertemuan pun bukan hanya dilakukan dengan segelintir pendukung. Sekitar 1.000 pendukung masih setia berada di tenda lokasi meski sudah becek dan kursi basah akibat bocor.

"Kalau melihat militansi seperti ini hujan saja enggak pulang. Masih hujan-hujanan saya meyakini angka diatas 50 persen mudah diraih apabila kerja keras," tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Menurutnya, ia akan mudah melihat perbedaan hasil melalui survei yang dilakukan tiap bulannya dan terdekat Januari mendatang.

"Saya akan lihat sudah bekerja atau belum nanti Januari saya lihat survei. Pas bertemu lagi saya beri tahu. Kalau sudah 65 persen itu baru kerja," ucapnya.

Jelang akhir bulan lalu, Jokowi juga menyambangi Kabupaten Bogor guna menemui relawan yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera). Saat itu, dia juga mau memastikan perolehan suara saat 2019 berbalik dengan kondisi 2014.
Jokowi Minta Relawan Kerja Keras Kuasai Kabupaten BogorCalon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menemui ribuan pendukungnya yang tergabung dalam Baraya Jokowi-Amin Kabupaten Bogor (Barjab) di Stadion Pakansari, Cibinong. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Perbaikan Infrastruktur

Selain soal target suara, Jokowi mengatakan pemerintah akan melakukan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Bogor. Dia meminta waktu satu bulan guna menyiapkan segala keperluan memperbaiki infrastruktur di beberapa daerah Kabupaten Bogor.

Hal ini disampaikan setelah mendengar keluhan warga di sana.

"Tolong berikan, tunjukkan kalau bisa hari ini di mana. Desa dan kecamatannya apa dan akan saya kerjakan. Beri saya satu bulan untuk menyiapkan," kata Jokowi.

Janji diberikan setelah mendengar keluhan warga yang disampaikan Dewan Pengarah Barjab Bahlil Lahadalia dalam acara pertemuan Jokowi bersama para pendukung Pilpres 2019.

Beberapa daerah, kata Bahlil, memerlukan perbaikan infrastruktur karena tidak terkoneksk dengan kawasan lain. Memerlukan waktu lama guna keluar masuk kawasan itu.

"Tolong perhatikan infrastruktur di kecamatan yang ke sana butuh lima jam. Saya kira di Papua saja pak ternyata Bogor juga jauh pak," tutur Bahlil langsung kepada Jokowi.

Setelah mendengar hal itu, Jokowi meminta kepada Bahlil dan warga segera memberi tahu bahkan menunjukkan kawasan yang terisolasi tersebut

Menurutnya, pemerintah akan turun tangan mengatasi hal itu meski setiap desa sudah menerima dana desa guna memperbaiki infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan irigasi sejak 2015 lalu.

"Tapi saya tahu Kabupaten Bogor perlu perhatian berbeda karena wilayahnya sangat luas, penduduk sangat padat. Ini kabupaten terpadat di Indonesia karena padat sekali. Perhatiannya khusus," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Pernyataan itu disambut meriah para pendukung dan warga Kabupaten Bogor yang berada di sana. (chri/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK