Eks Ketua Umum PSSI itu melakukan pembelaan terhadap Jokowi dari isu PKI dan keturunan China sebagai penebusan dosa pada Pilpres 2014. Saat itu La Nyalla merupakan salah satu pihak yang turut menyebarkan isu-isu tersebut demi kepentingan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Saya pertama kali percaya (isu Jokowi PKI dan keturunan China). Tapi semuanya terbukti bahwa saya melihat kok tidak sesuai dengan apa yang pernah saya sampaikan. contohnya jokowi bapaknya China," kata La Nyalla dalam acara Layar Pemilu Terpercaya di CNNIndonesia TV, Jakarta, Rabu (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat kok banyak jenderal-jenderal dukung Jokowi, kalau itu benar enggak mungkin dong didukung Pak Luhut, Pak Agum Gumelar dukung. Dari situ saya sadar," ujarnya.
"Tapi sadarnya saya ini setelah saya dikecewakan Prabowo waktu maju pilgub (Jatim)," kata eks Politikus Gerindra itu.
"Untuk menebus dosa-dosa ini saya harus ngomong apa adanya," kata La Nyalla.
Sebelumnya La Nyalla mengakui dirinya menyebarkan fitnah bahwa Jokowi merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pemeluk agama Kristen, maupun keturunan China. Isu itu dia sebarkan pada Pilpres 2014 silam.
Hal itu ia sampaikan karena mengaku risau terhadap isu-isu miring yang diarahkan kepada Jokowi pada Pilpres 2019 kali ini.
La Nyalla pun meminta maaf kepada Jokowi atas isu-isu miring tersebut.