"Saya memang kecewa karena kebanyakan media mainstream Indonesia makin lama keberpihakannya makin tidak jelas," ujar Rizal saat memberi orasi dalam acara Moeslim Choice Award di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).
Rizal berpendapat pers saat ini condong mewakili suara resmi penguasa. Di samping narasi penguasa, ia melihat hanya sedikit narasi alternatif yang diangkat oleh media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguasaan sejumlah media oleh sekelompok kecil pengusaha juga menjadi sorotan Rizal. Ia berpendapat kepemilikan media harus lebih terdistribusi sehingga dapat menangkap aspirasi masyarakat yang lebih beragam.
"Pada waktunya nanti jika terjadi perubahan, kita harus ubah UU Pers ini. Kepemilikan pers tidak boleh lagi dikuasai oleh hanya sekelompok kecil yang menguasai 8 atau 9 channel publik. Tidak boleh itu, di Amerika saja tidak boleh," pungkasnya.
Meski sudah panjang lebar menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja media, Rizal tidak memberi contoh kasus yang melatarbelakangi pendapatnya. Serupa dengan Rizal, sebelumnya Prabowo pun sempat marah kepada media karena menurutnya tidak objektif dalam meliput reuni 212 di Monumen Nasional pada Minggu (2/12) lalu. (bin/age/age)