Plastik di Kepala Adik Emil Dardak Terhubung ke Tabung Helium

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 15:44 WIB
Plastik di Kepala Adik Emil Dardak Terhubung ke Tabung Helium Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema. (Dok. Huyogo Simbolon)
Bandung, CNN Indonesia -- Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Irman Sugema mengatakan pihaknya menemukan sejumlah barang bukti di kamar indekos Eril Aristianto Dardak (21), adik dari Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih Emil Dardak, di Bandung.

Di antaranya, tabung gas Helium dan Freon. Selain itu, ada tayangan soal regulator oksigen pada televisi yang masih menyala saat mayat Eril ditemukan.

"Ada tabung gas yang bertuliskan He (Helium), selang, tabung Freon, dan TV dalam keadaan menyala. Di mana di situ ada salah satu tayangan oxygen regulator medical yang nanti juga akan kita dalami. Karena pada saat kita temukan jasad korban, tv dalam keadaan menyala," ujarnya, di Bandung, Kamis (13/12)


Ia mengatakan, tabung tersebut menyambung dengan selang yang terhubung ke plastik berwarna putih. Plastik itu tampak menutup sebagian kepala hingga di atas mulut Eril.

"Kami akan dalami lebih lanjut kerja sama dengan Puslabfor untuk bisa dipahami hal-hal apa dan juga kebiasaan apa dari korban dengan yang ditemukan di TKP saat korban meninggal dunia," katanya.

Disingung soal kemungkinan Eril sedang melakukan sebuah eksperimen tertentu berdasarkan temuan barang bukti, polisi akan mendalaminya‎.

"Itu menjadi bahan analisa nanti. Kita akan dalami dulu untuk lebih mengetahui penyebab kematian dan juga bagaimana aktivitas korban tersebut," ujarnya.

Sejauh ini, katanya, kepolisian akan menerjunkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan guna mendalami penyebab kematian Eril.

"Jajaran Polerstabes Bandung akan bekerjasama, mengundang dari Puslabfor untuk melaksanakan olah TKP lanjutan terkait untuk menhanalisa kegiatan dan kebiasaan korban selama ini. Terutama berkaitan adanya hal yang perlu pendalaman dari sisi biologi forensik maupun digital forensik," katanya.

Selain Puslabfor, tim dari ITB akan bersama-sama untuk melaksanakan olah TKP langsung.

"Hasil keterangan dari identifikasi dan dokter forensik tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Kami tetap melaksanakan untuk melakukan visum luar karena untuk autopsi dari pihak keluarga keberatan untuk dilaksanakan. Namun demikian kami tetap menindaklanjuti untuk mendalami dan mengetahui proses kejadian ini supaya lebih jelas," tandasnya.

(hyg/arh)