Tim Jokowi Terbuka Jika Ada Pihak yang Mau Laporkan La Nyalla

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 19:50 WIB
Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi-Ma'ruf, Romy kasus Obor Rakyat sudah selesai, sekaligus membuktikan isu Jokowi PKI dan China hasil fabrikasi Pilpres 2014. TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Muhammad Romahurmuziy. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus penyebaran fitnah PKI, Kristen, dan keturunan China kepada Joko Widodo melalui tabloid Obor Rakyat pada Pilpres 2014 yang diakui politikus Partai Bulan Bintang (PBB) La Nyalla Mattalitti dianggap telah selesai.

Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Muhammad Romahurmuziy menilai La Nyalla kala itu hanya bagian dari tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Tabloid Obor Rakyat itu kan sudah divonis pelakunya. Kalau kemudian La Nyalla menyatakan diri sebagai yang ikut menyebarkan, dia kan kepanjangan tangan tim kampanye Prabowo waktu itu," kata Romahurmuziy di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (13/12).


Kasus tabloid Obor Rakyat diketahui telah selesai pada 2016 dengan menetapkan pidana 8 bulan bagi pemilik serta pengelola media yang muncul pada Mei 2014 tersebut.

Dengan demikian, Rommy sapaan Romahurmuziy, mempersilakan jika masih ada pihak yang mempersoalkan keterlibatan La Nyalla sebagai bagian dari penyebar fitnah kepada Jokowi. Sebab sekali lagi, yang dilakukan La Nyalla empat tahun silam kepanjangan tangan Prabowo dalam kampanye.

"Itu kan delik aduan. Kalau ada yang merasa keberatan ya sampaikan saja. Kalau tidak ada yang merasa keberatan, toh yang dia lakukan hanya merupakan penerusan kampanye Prabowo 2014 pada saat itu sebagai timnya," katanya.

Lebih lanjut Rommy menilai kasus tabloid Obor Rakyat telah membuktikan isu Jokowi antek komunis, asing dan aseng merupakan hasil fabrikasi terkait Pilpres 2014.

Salah satu buktinya, kata Rommy, adalah ketika Pilkada Solo 2005 dan 2010 serta Pilkada DKI Jakarta 2012 saat Jokowi diusung Gerindra tidak ada isu tersebut.

"Ketika 2014 muncul PKI, masyarakat bisa menyimpulkan siapa yang buat. Wong ketika partai tersebut mengusulkan Jokowi 2005, 2010, tidak muncul isu PKI," kata dia.

"Maka saya katakan apa yang disampaikan La Nyalla menegaskan bahwa isu antek asing, antek komunis, antek aseng itu benar benar isu yang difabrikasi," lanjutnya.

Pengakuan La Nyalla sebelumnya mencuat setelah lawatan ke kediaman Ma'ruf Amin pada 11 Desember lalu. Kala itu, La Nyalla mengakui apa yang telah ia lakukan saat 2014 silam terhadap Jokowi.

Atas dasar itu, La Nyalla mengaku telah menemui Jokowi langsung dan menyampaikan permintaan maaf. Pria yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 itu mengaku dirinya mengungkapkan apa yang telah diperbuat itu guna mengungkap hal yang benar atas Jokowi. (swo/osc)