Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Muhammad Romahurmuziy menilai La Nyalla kala itu hanya bagian dari tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Tabloid Obor Rakyat itu kan sudah divonis pelakunya. Kalau kemudian La Nyalla menyatakan diri sebagai yang ikut menyebarkan, dia kan kepanjangan tangan tim kampanye Prabowo waktu itu," kata Romahurmuziy di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (13/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Rommy menilai kasus tabloid Obor Rakyat telah membuktikan isu Jokowi antek komunis, asing dan aseng merupakan hasil fabrikasi terkait Pilpres 2014.
Salah satu buktinya, kata Rommy, adalah ketika Pilkada Solo 2005 dan 2010 serta Pilkada DKI Jakarta 2012 saat Jokowi diusung Gerindra tidak ada isu tersebut.
"Maka saya katakan apa yang disampaikan La Nyalla menegaskan bahwa isu antek asing, antek komunis, antek aseng itu benar benar isu yang difabrikasi," lanjutnya.
Pengakuan La Nyalla sebelumnya mencuat setelah lawatan ke kediaman Ma'ruf Amin pada 11 Desember lalu. Kala itu, La Nyalla mengakui apa yang telah ia lakukan saat 2014 silam terhadap Jokowi.
Atas dasar itu, La Nyalla mengaku telah menemui Jokowi langsung dan menyampaikan permintaan maaf. Pria yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 itu mengaku dirinya mengungkapkan apa yang telah diperbuat itu guna mengungkap hal yang benar atas Jokowi. (swo/osc)