Bantah Korupsi, Bupati Cianjur Akui Lalai Awasi Pemerintahan

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 20:03 WIB
Bantah Korupsi, Bupati Cianjur Akui Lalai Awasi Pemerintahan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar telah terjaring operasi tangkap tangan KPK. (dok. cianjurkab.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar meminta maaf atas kelalaiannya sehingga terdapat kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.

Irvan sendiri enggan mengaku telah melakukan pemotongan anggaran DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur seperti yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Tidak, tidak ada, tidak ada sama sekali. Saya memohon maaf kepada warga masyarakat kabupaten Cianjur atas kelalaian saya dalam mengawasi aparat pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah melanggar hukum," ujarnya di gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/12).



Meski begitu, Irvan mengaku dirinya sebagai kepala daerah turut bertanggung jawab untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari tindakan korupsi.

"Tentunya saya sebagai kepala daerah ikut bertanggung jawab dan semoga kedepan ini menjadi pembelajaran untuk kita semua juga aparat Pemerintahan Kabupaten Cianjur untuk menciptakan pemerintah yang bersih," tuturnya.

Irvan ditangkap tangan bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin.

Ketiganya pun kini menjalani masa tahanan untuk 20 hari ke depan pascapenangkapan dan pemeriksaan terhadap mereka.

Selain ketiga orang tersebut, KPK juga telah menetapkan kakak ipar Irvan, Tubagus Cepy Sethiady sebagai tersangka. Cepy sendiri telah menyerahkan diri ke KPK siang tadi.

Dari hasil OTT atas Irvan dan lima orang lainnya, KPK mengamankan uang sejumlah Rp1,5 miliar.

Yang diduga dikumpulkan dari kepala sekolah," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Rabu (12/12).

Irvan adalah Bupati Cianjur yang terpilih pada proses Pilkada 2015. Mengintip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Rabu (12/12), Irvan tercatat memiliki harta sekitar Rp2 miliar.

Dia terakhir melaporkan harta kekayaannya ketika masih menjabat Anggota DPRD Jawa Barat atau ketika akan maju sebagai calon Bupati Cianjur, pada 22 Juli 2015 lalu.

Dari LHKPN tersebut, Irvan tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Cianjur. Nilai aset harta tidak bergeraknya tersebut mencapai Rp1,4 miliar.

Irvan juga memiliki harta bergerak berupa mobil Suzuki Swift, Daihatsu Terios, Toyota Alphard, dan satu unit motor Honda Vario. Seluruh aset tersebut sebesar Rp487 juta. Irvan juga mempunyai giro dan setara kas sejumlah Rp121,4 juta.

Pria yang disebutkan baru berpindah perahu politik dari Partai Golkar ke Partai NasDem itu merupakan merupakan anak mantan Bupati Cianjur dua periode, Tjetjep Muchtar Soleh.

(gst/kid)