Royke mengungkapkan kelima juru parkir itu berani mengeroyok aparat karena faktor psikologis massa. Di mana dari segi jumlah individu para pelaku lebih banyak, sementara korban hanya dua.
"Berdasarkan fakta penyidikan ini karena psikologi massa. Kemungkinan mereka melihat temannya, dia akan secara spontan bersama-sama melakukan penganiayaan. Itu terangkai dalam fakta penyidikan," kata Royke di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelimanya secara beramai-ramai melakukan pemukulan terhadap anggota TNI Angkatan Laut Kapten Komarudin dan anggota TNI AD Pratu Rivo Nanda.
Diketahui, salah satu tersangka, yakni IH di bawah pengaruh alkohol saat ramai-ramai mengeroyok dua anggota TNI di Cibubur. Hal ini diketahui usai para tersangka menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menambahkan, dalam penanganan kasus ini, polisi sudah menyita pakaian yang dipakai para tersangka saat pengeroyokan sebagai barang bukti. Pakaian itu sudah dicocokkan dengan video pengeroyokan yang sempat viral.
"Sudah kita crosscheck, sama dengan di video yang beredar," kata Argo. (ctr/osc)