TNI Sebut Tak Ada Prajurit Keluar Markas saat Polsek Dirusak

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 19:25 WIB
TNI Sebut Tak Ada Prajurit Keluar Markas saat Polsek Dirusak Kodam Jaya menyatakan anggota TNI yang terbukti terlibat kasus penyerangan Polsek Ciracas terancam hukuman pidana setelah diadili melalui peradilan militer. (CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi menyebut tak ada prajurit TNI yang keluar markas atau ksatrian saat perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (12/12) dini hari lalu. Karena itu sejauh ini belum bisa disimpulkan anggota TNI terlibat dalam insiden tersebut.

"Setelah kejadian itu kami cek apakah ada anggota yang keluar dari kesatrian tidak. Ternyata pada saat itu dilaporkan kepada Pangdam Jaya bahwa satuan tidak ada yang keluar," kata Kristomei di Polda Metro Jaya, Jumat (14/12).
Meski begitu pemeriksaan internal tetap dilakukan. Kodam Jaya/Jayakarta sudah membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus perusakan ini. Tim terdiri dari Kodam Jaya, Polisi Militer Angkatan Udara dan Polisi Militer Angkatan Laut.

Kodam Jaya juga menyebar rekaman video penyerangan polsek ke setiap komandan satuan untuk mengecek apakah ada aparat yang ikut dalam gelombang massa penyerang.


Kristomei menegaskan jika ada anggota TNI yang terbukti terlibat kasus penyerangan Polsek Ciracas, akan diproses dengan peradilan militer.
"Pasti, harus peradilan militer. Ini lebih berat, saya pastikan lebih berat," kata Kristomei.

Kristomei menyatakan anggota yang terbukti melakukan tindak pidana akan dikenakan sejumlah sanksi. Mereka bisa terancam dipenjara, dipecat dan kehilangan pekerjaan.

Ia meminta jika ada masyarakat yang punya info soal massa yang merusak Polsek Ciracas, bisa memberikan info.

"Jadi saya minta bantuan masyarakat apabila ada yang mengetahui jika ada anggota TNI yang melakukan perusakan, laporkan kepada kami, nanti kami usut," katanya.

Sebelumnya, Mabes Polri menaksir kerugian yang ditimbulkan akibat perusakan dan pembakaran Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur lebih dari Rp1 miliar.

Perusakan dan pembakaran Polsek Cirasas terjadi pada Rabu (12/12) dini hari. Diduga perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas terkait dengan pengeroyokan kepada seorang anggota TNI oleh sejumlah juru parkir.
(ctr/pmg)