Cianjur 'Rayakan' OTT Bupati, KPK Sebut Daerah Lain Juga Mau

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 20:34 WIB
Cianjur 'Rayakan' OTT Bupati, KPK Sebut Daerah Lain Juga Mau Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (CNN Indonesia/M. Andika Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan banyak masyarakat di daerah lain yang ingin menggelar 'pesta' seperti yang dilakukan warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ribuan warga Cianjur tumpah ruah memenuhi alun-alun dan halaman pendopo untuk merayakan penetapan tersangka Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar setelah sebelumnya diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta maaf pihaknya belum bisa membuat warga di daerah lain membuat perayaan seperti yang dilakukan warga Cianjur.


"Sebenarnya kondisi di mana rakyatnya ingin gelar 'pesta' itu ada di beberapa tempat atau daerah," kata Saut saat dikonfirmasi, Jumat (14/12).

Saut mengatakan pihaknya belum bisa membuat masyarakat di daerah lain menggelar syukuran seperti di Cianjur karena keterbatasan penyidik. Menurutnya, penambahan jumlah personel memungkinkan pihaknya menjerat kepala daerah lain yang terbukti melakukan korupsi.

"KPK belum bisa memenuhi keinginan masyarakat lebih banyak lagi untuk 'berpesta'. Karena keterbatasan petugas KPK," ujarnya.

Sebelumnya, ribuan warga Kabupaten Cianjur tumpah ruah memenuhi alun-alun dan halaman pendopo Bupati Cianjur, Jawa Barat. Warga menggelar syukuran dan makan bersama untuk merayakan penangkapan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar oleh KPK.

"Datang ke sini gara-gara lihat grup WA (WhatsApp) ada liwetan di alun-alun menggelar syukuran OTT KPK. Saya apresiasi banget hasil tersebut," kata seorang warga, Ulfah Wahyuni kepada CNN Indonesia TV, Jumat (14/12).

Warga yang datang ke acara tersebut pada umumnya bersama keluarga dan sanak saudara. Saking ramainya, acara syukuran itu lebih menyerupai sebuah festival. Mereka bahkan sempat mendobrak pagar pendopo untuk sekadar mengambil foto sambil bersuka cita. Beruntung, tak ada kericuhan sehingga situasi tetap kondusif.

Suka cita warga Cianjur ini dilatarbelakangi oleh penangkapan Irvan. KPK menetapkan Irvan sebagai tersangka pada Rabu, 12 Desember 2018.

Menurut warga, banyak kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Cianjur memicu kontroversi. Beberapa kebijakan yang dianggap bermasalah oleh warga pada umumnya berada di sektor pendidikan, kesehatan, dan agama.

Irvan ditangkap melalui OTT atas dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun 2018. Kader Partai NasDem ini diduga memotong DAK Pendidikan sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar.

Irvan sendiri telah meminta maaf atas kelalaiannya sehingga terjadi korupsi DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018. Dia membantah telah korupsi, namun hanya lalai dalam tugas.

Kekosongan kursi Bupati Cianjur yang ditinggalkan Irvan karena terjerat kasus korupsi akan digantikan oleh Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman. Dia akan menjabat sebagai pelaksana tugas bupati Cianjur. (fra/osc)