Ofensif, Kubu Jokowi Akan Kapitalisasi Isu Masa Lalu Prabowo

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 21:50 WIB
Ofensif, Kubu Jokowi Akan Kapitalisasi Isu Masa Lalu Prabowo Juru Bicara TKN Irma Suryani Chaniago menyatakan pihaknya akan banyak mengkapitalisasi isu masa lalu Prabowo. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasinal (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin menyatakan akan mengkapitalisasi isu masa lalu untuk merespons isu yang disampaikan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Hal itu terkait pernyataan Ketua TKN Erick Thohir yang menegaskan TKN Jokowi-Maruf akan bertindak ofensif di sisa masa kampanye Pilpres 2019.

Juru Bicara TKN Irma Suryani Chaniago mengatakan kapitalisasi itu sebagai bentuk perubahan strategi TKN guna menangkal isu negatif yang menyerang Jokowi selama ini.



"Apa yang sudah dilakukan mereka di masa lalu kemudian akan dibawa di masa yang sekarang kita juga akan kapitalisasi itu," ujar Irma di Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (14/12).

Irma mengatakan salah satu isu masa lalu yang akan dikapitalisasi adalah isu penculikan aktivis hingga pelanggaran Hak Asasi Manusia. Isu itu akan digunakan untuk membalas tudingan bahwa Jokowi sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia.

Irma menegaskan pihaknya sudah tidak ingin tinggal diam ketika ada isu negatif yang menyerang Jokowi-Maruf. Pihaknya juga tidak lagi mau mengalah dan santun ketika diserang oleh kubu Prabowo-Sandiaga.

"Bukan berarti kami akan kasar, tidak. Tapi kami akan mengatakan bahwa setop SARA, setop hoaks, setop fitnah. Jangan lakukan itu karena kami akan lakukan serangan balik kalau kalian melakukan itu," ujarnya.


Lebih lanjut, politikus NasDem ini pun tidak sepakat dengan tudingan kriminalisasi terhadap pihak yang bersebrangan dengan Jokowi. Ia menilai sangkaan terhadap sejumlah pihak atas dugaan tindak pidana menyangkut Jokowi sudah sesuai dengan dasar hukum yang berlaku.

Irma justru menilai pihak yang merasa menjadi korban kriminalisasi sebagai pelaku kriminalisasi. Sebab, Irma menilai pihak tersebut menggunakan agama dan masyarakat sebagai tameng atas tindakan pidana.

"Bukan mengkriminalisasi, jangan salah. Ini kan dikit-dikit kalau kita laporkan ke polisi larinya pemerintah mengkriminalisasi. Sementara mereka melakukan kesalahan dan pelanggaran tapi tidak mau disebut mengkriminalisasi hukum. Padahal mereka yang melakukan kriminalisasi hukum," ujar Irma.

Sebelumnya, Erick menyatakan TKN Jokowi-Maruf bakal bekerja lebih ofensif. Hal itu dilakukan lantaran geram banyak laporan pelanggaran pemilu yang dituduhkan terhadap pihaknya, salah satunya sola kampanye PKI.

"Karena kami sudah diserang bahkan ada kampanye PKI segala, jadi mau tidak mau kami harus ofensif sekarang," ujar Erick di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (13/12).

(jps)