Sidang Perdana Suap Meikarta Akan Digelar di Bandung Lusa

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 14:43 WIB
Sidang Perdana Suap Meikarta Akan Digelar di Bandung Lusa Foto aerial pembangunan gedung-gedung apartemen di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Bandung, CNN Indonesia -- Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan kawasan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi bakal memasuki persidangan. Sidang perdana tersebut akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, pada Rabu (19/12) mendatang.

Humas PN Bandung Wasdi Permana mangatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas suap proyek Meikarta dengan empat terdakwa kepada pihak mereka.

"Berkasnya diterima Kamis (13/12). Penunjukan majelisnya Jumat (14/12), penetapan hari sidang juga Jumat," kata Wasdi saat dikonfirmasi, Senin (17/12).



Para tersangka dalam kasus ini yang akan disidangkan adalah petinggi pengembang Meikarta Billy Sindoro dengan berkas perkara nomor 121/Pid.Sus-TPK/2018/Pn Bdg. Lalu, ada berkas perkara nomor 122/Pid.Sus-TPK/PN Bdg atas dengan terdakwa Hendry Jasmen, karyawan pengembang Meikarta.

Kemudian tersangka Taryudi sebagai konsultan pengembang Meikarta dalam berkas perkara nomor 123/Pid.Sus-TPK/2018/PN Bdg. Terakhir, Fitrajadja Purnama selaku konsultan pengembang Meikarta dalam berkas perkara nomor 124/Pid.Sus-TPK/2018/PN Bdg.

PN Tipikor Bandung Akan Gelar Sidang Perdana Suap MeikartaBilly Sindoro. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Pada sidang pertama, Rabu (19/12) nanti, PN Bandung telah menentukan perangkat persidangan. Untuk sidang Billy akan dipimpin hakim Tardi dengan dua anggotanya yakni Judianto Hadilaksana dan Lindawati.

"Untuk majelis hakimnya nanti semua sama," katanya.

Wasdi menjelaskan, empat berkas perkara itu tersangka dari pihak swasta atau non-PNS yang berperan sebagai penyuap. Sedangkan dari kalangan PNS Pemkab Bekasi, termasuk Bupati Bekasi Neneng Hasanah, belum didaftarkan KPK.

Terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan perihal bakal segera digelarnya sidang bagi empat tersangka dalam dugaan tipikor Meikarta tersebut.

"Dalam dakwaan tersebut KPK menguraikan peran dari para terdakwa dalam dugaan pemberian suap pada Bupati Bekasi dan jajarannya serta bagaimana relasi peran terdakwa dengan kepentingan Lippo Group terhadap proyek Meikarta," ujar Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Febri mengatakan pihaknya juga menyoroti dugaan peran dan kepentingan korporasi dalam kasus ini yang mulai dituangkan dalam dakwaan.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Sementara tujuh orang lainnya berasal dari Pemkab Bekasi dan pejabat Lippo Group.

Neneng dan anak buahnya diduga menerima Rp7 miliar secara bertahap lewat Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari honor (fee) yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.

Neneng sendiri telah mengembalikan uang sekitar Rp4,9 miliar kepada penyidik KPK. Dia mengakui uang yang dikembalikan itu adalah bagian dari yang pernah diterimanya terkait pengurusan izin proyek Meikarta.

Dia mengaku bakal menyerahkan kembali uang yang pernah diterima secara bertahap. Perempuan yang tengah mengandung itu juga telah mengajukan permohonan menjadi justice collaborator (JC).

(hyg/kid)