PDIP Minta Demokrat Tak Perlu Seret Jokowi di Kasus Bendera

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 22:36 WIB
PDIP Minta Demokrat Tak Perlu Seret Jokowi di Kasus Bendera Politikus PDIP, Effendi Simbolon meminta Demokrat tak menyeret Jokowi dalam kasus perusakan bendera. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Effendi Simbolon meminta Partai Demokrat tidak mendramatisasi kasus perusakan bendera di Pekanbaru, Riau. Effendi meminta partai berlambang bintang Mercy itu tak menyeret-nyeret Presiden Jokowi dalam kasus yang sudah ditangani polisi tersebut.

"Masak ini harus ditarik ke urusan presiden, Enggak, lah. Bukan kemudian kita mengecilkan persoalan ini, enggak usah juga terlalu didramatisir lah," ujar Effendi di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (17/12).

Partai Demokrat, kata dia, sebaiknya menyerahkan kasus perusakan bendera itu ke kepolisian. Terlebih, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dari kasus tersebut.


"Biarlah ini kemudian ditindak lanjuti di ranah kepolisian, dalam hal ini penegak hukum saya kira enggak perlu kita diragukan," ujar Effendi.

Effendi memastikan kasus tersebut tidak berkaitan dengan partainya. PDIP disebut telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Namun, Effendi tetap mempersilakan para pihak yang tidak puas dengan proses penegakan hukum untuk membuktikannya di pengadilan.

"Apapun bentuknya, ya, silakan dibuka saja di pengadilan. Kan, ada pengadilan apakah itu dianggap tindak pidana ringan atau tindak pidana pemilu ya silakan," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sebelumnya meminta Presiden Jokowi selaku kepala pemerintah bisa memastikan pengusutan dan penegakan hukum kasus perusakan dan pembakaran atribut Demokrat di Pekanbaru. Pengusutan tak hanya kepada pelaku di lapangan, tetapi otak di balik perusakan itu.

"Kalau tidak, Jokowi akan kalah dalam Pilpres dan bahkan bisa jatuh. Tidak mungkin bisa diendapkan seperti kasus Novel Baswedan dan lainnya," kata Andi dalam akun twitternya @AndiArief__, pagi tadi.



Tim Koalisi Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin juga mendukung kepolisian mengusut kasus dugaan perusakan atribut Partai Demokrat itu. Juru Bicara TKN, Lena Maryana Mukti mengatakan dukungan ini sebagai salah satu bentuk empati atas apa yang dirasakan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Lena mengatakan apa yang terjadi atas atribut Demokrat itu tentu melukai SBY, termasuk juga segenap unsur di Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

PDIP Minta Demokrat Tak Libatkan Jokowi dalam Kasus BenderaPresiden SBY saat meninjau rusaknya baliho Demokrat di Pekanbaru, Riau. (Dok. Partai Demokrat)
"Kami pun bila dalam posisi seperti itu tentunya juga akan merasakan kecewa, sedih dan mungkin ada sedikit amarah juga karena diperlakukan seperti itu," ujarnya di Rumah Cemara, Jakarta.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka atas kasus ini. Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Widodo Eko Prihastopo membenarkan motif uang dalam dugaan perusakan tersebut. Dia mengatakan terduga pelaku perusakan dijanjikan uang sebesar Rp150 ribu oleh seseorang.

"Kami masih melakukan pendalaman atas pengakuan ini," kata Widodo. (swo/ain)