KPU Sebut Pencantuman Gelar Sesuai di Formulir Pendaftaran

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 20:31 WIB
KPU Sebut Pencantuman Gelar Sesuai di Formulir Pendaftaran Ketua KPU Arief Budiman menegaskan penulisan gelar dan nama dalam iklan yang dibuat pihaknya sesuai dengan dokumen pendaftaran yang diserahkan para peserta Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan penulisan nama peserta Pemilu, baik pileg maupun pilpres 2019, itu dilakukan sesuai dengan yang tertera di formulir pendaftaran.

Pernyataan Arief tersebut menjawab pertanyaan warganet terkait iklan KPU di laman Youtube berjudul 'Yuk Kenali Peserta Pemilu Serentak 2019' yang diunggah pada 10 Desember lalu. Dalam iklan audio-visual daring tersebut, gelar Jokowi-Maruf dicantumkan secara lengkap. Namun, tidak pada Prabowo-Sandi.

"Formulir pendaftarannya itu yang kita kutip tulisannya seperti itu. Misal H-nya satu, M-nya dua, pakai huruf A, pakai huruf U. Di situ yang kita tulis," ujar Arief di kantor KPU RI, Jakarta, Senin (17/12).



Arief menegaskan penulisan gelar dan nama sesuai dengan dokumen pendaftaran yang diserahkan para peserta Pemilu 2019.

"Pasti dokumen dari yang diserahkan oleh mereka ya itu tulisannya," kata Arief.

Saat ditanya apakah tidak lengkapnya gelar Prabowo-Sandiaga adalah akibat kesalahan tim mereka, Arief menampiknya. Dia mengatakan, kelengkapan penulisan gelar itu adalah murni permintaan, tidak ada yang benar dan salah.

"Bukan salah, misal kamu buka formulir yang saya tanda tangan semua ada enggak nama Arief Budiman dan gelarnya banyak gitu, karena saya memang diminta ditulis Arief Budiman tanpa gelar," ujarnya.

"Kalau saya minta ditulis gelar ya saya tulis, Arief Budiman dan sebagainya, ditulis. Kira-kira yang paling benar yang mana ya? Yang benar dua-duanya, tergantung Anda diminta ditulis seperti apa," ucap Arief.

Arief menjelaskan tidak ada masalah soal penulisan kelengkapan gelar ini. Menurut dia perdebatan yang terjadi di masyarakat soal ini adalah hal biasa.

"Orang berdebat kan biasa, pasti dan saya menyadari itu, tidak ada yang harus diantisipasi pasti besok muncul isu lain sangat mungkin jadi harus biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, KPU mengunggah video iklan berjudul 'Yuk Kenali Peserta Pemilu Serentak 2019' pada 10 Desember lalu di laman Youtube. Iklan audio visual tersebut berdurasi 30 detik.

Dalam kolom komentar, nampak banyak pihak yang keberatan dengan iklan tersebut. Pada umumnya, mereka mempersoalkan KPU yang tidak mencantumkan gelar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara lengkap. Padahal, gelar lengkap dicantumkan pada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Merujuk dari video iklan KPU, ditampilkan foto dan nomor urut pasangan calon Pilpres 2019. Pasangan nomor urut 01 yakni calon presiden Ir. H. Joko Widodo-calon wakil presiden Prof. Dr. (H.C) KH. Ma'ruf Amin. Sementara pasangan nomor urut 02 hanya ditulis calon presiden H. Prabowo Subianto-calon wakil presiden H. Sandiaga Salahuddin Uno.

Menanggapi hal itu, Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersikap adil terhadap kontestan Pilpres 2019.

"Kami berharap pihak penyelenggara pemilu bersikap adil terhadap semua pasangan," tutur Suhud melalui pesan singkat, Senin.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya akan mengecek kembali soal identitas Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang diserahkan kepada KPU.

Jika Prabowo-Sandi menyerahkan identitas beserta gelar, maka Dasco akan meminta KPU untuk bersikap adil. Misalnya dengan memasukkan gelar Prabowo dan Sandi seperti gelar yang dicantumkan dalam nama Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau belum akan kita masukkan," ucap Dasco terkait gelar Prabowo-Sandi yang diserahkan ke KPU.

(sah/kid)