Sandi Respons Kritik Soal Iklan Sarjana Sulit Dapat Kerja

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 07:41 WIB
Sandi Respons Kritik Soal Iklan Sarjana Sulit Dapat Kerja Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membela Partai Gerindra soal iklan audio visual tentang kesulitan seorang lulusan sarjana arsitektur dalam mencari kerja. Dalam iklan politik Gerindra tersebut si pemuda dengan gelar sarjana tidak mendapat respons positif dari orang tua ketika memilih bekerja sebagai pekerja lepas atau freelancer.

Iklan 'Sarjana Kerja, kerja, Kerja!' tersebut menjadi viral di media sosial karena dianggap meremehkan pekerja freelance dan juga arsitek.

"Nothing wrong with freelancing. Freelancing itu halal dan mulia," ucap Sandi di hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (17/12) malam.


"Tapi kita ingin bahwa pekerjaan itu memiliki dampak ekonomi yang lebih baik dan itu kita harus bekerja sama," lanjutnya.


Sandi mengaku belum melihat iklan Gerindra yang menjadi pembicaraan di media sosial. Dia sendiri juga menegaskan sudah bukan lagi kader Gerindra.

Meski mengaku belum melihat iklan yang dimaksud, dia yakin ada pesan baik yang ingin disampaikan Gerindra. Terutama mengenai pekerjaan dan kaitannya terhadap perekonomian Indonesia hari ini.

"Pesan yang disampaikan adalah kita ingin meningkatkan tentunya kesempatan kerja dan pekerjaan yang baru dan berkualitas untuk masa depan generasi kita dan ikut dalam gelombang revolusi industri 4.0," kata Sandi

Sebelumnya, Gerindra menayangkan iklan tentang pemuda lulusan program studi arsitektur. Dalam akun youtube GerindraTV, iklan itu berjudul 'Indonesia Bergerak Bersama Gerindra & Rakyat: Sarjana Kerja Kerja Kerja!'.

Dalam iklan berdurasi satu menit tersebut, si pemuda diceritakan begitu sulit mendapat pekerjaan setelah lulus dengan gelar sarjana arsitektur.


Sehari-hari hanya dihabiskan untuk menunggu panggilan kerja dari suatu perusahaan. Pemuda itu lalu memilih untuk bekerja lepas atau freelancer sebagai jasa antar dan fotografer. Namun, kedua orang tuanya tidak senang dengan apa yang dikerjakan si pemuda.

Hingga kemudian muncul tayangan di televisi berisi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tengah berpidato yang ditonton si pemuda bersama ayahnya.

Iklan ditutup dengan narasi yang mana Gerindra adalah 'jalan keluar' dari kesulitan si pemuda dalam mencari kerja, kerja, kerja. Gerindra mengajak rakyat untuk bergerak menuju Indonesia yang adil dan makmur. (bmw/osc)