Iklan 'Sarjana Kerja, kerja, Kerja!' tersebut menjadi viral di media sosial karena dianggap meremehkan pekerja freelance dan juga arsitek.
"Nothing wrong with freelancing. Freelancing itu halal dan mulia," ucap Sandi di hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (17/12) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengaku belum melihat iklan Gerindra yang menjadi pembicaraan di media sosial. Dia sendiri juga menegaskan sudah bukan lagi kader Gerindra.
"Pesan yang disampaikan adalah kita ingin meningkatkan tentunya kesempatan kerja dan pekerjaan yang baru dan berkualitas untuk masa depan generasi kita dan ikut dalam gelombang revolusi industri 4.0," kata Sandi
Sebelumnya, Gerindra menayangkan iklan tentang pemuda lulusan program studi arsitektur. Dalam akun youtube GerindraTV, iklan itu berjudul 'Indonesia Bergerak Bersama Gerindra & Rakyat: Sarjana Kerja Kerja Kerja!'.
Dalam iklan berdurasi satu menit tersebut, si pemuda diceritakan begitu sulit mendapat pekerjaan setelah lulus dengan gelar sarjana arsitektur.
Sehari-hari hanya dihabiskan untuk menunggu panggilan kerja dari suatu perusahaan. Pemuda itu lalu memilih untuk bekerja lepas atau freelancer sebagai jasa antar dan fotografer. Namun, kedua orang tuanya tidak senang dengan apa yang dikerjakan si pemuda.
Hingga kemudian muncul tayangan di televisi berisi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tengah berpidato yang ditonton si pemuda bersama ayahnya.
Iklan ditutup dengan narasi yang mana Gerindra adalah 'jalan keluar' dari kesulitan si pemuda dalam mencari kerja, kerja, kerja. Gerindra mengajak rakyat untuk bergerak menuju Indonesia yang adil dan makmur. (bmw/osc)