Andi Arief: Pengetahuan Hasto Terbatas

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 12:51 WIB
Andi Arief: Pengetahuan Hasto Terbatas Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief menyebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tak tahu banyak hal di balik perusakan bendera Demokrat di Pekanbaru, Riau. (Foto: Detikcom/Samsudhuha Wildansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak mengetahui banyak hal di balik perusakan bendera dan spanduk di Pekanbaru, Riau. Dia juga mengatakan Hasto tidak banyak tahu soal apapun.

Hasto sebelumnya menganggap Andi Arief melakukan blunder lantaran menyebut pengurus PDIP berkaitan dengan kasus perusakkan bendera dan spanduk Demokrat.

"Pengetahuan Hasto terbatas. Soal spanduk dan banyak hal," tutur Andi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/12).
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kriistianto. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Andi menegaskan apa yang selama ini dia publikasikan lewat akun twitternya bersifat faktual, tidak ada yang mengada-ada karena didasari oleh temuan dan bukti yang diperoleh. Dia justru bertanya balik apa blunder yang dimaksud Hasto.


Diketahui Andi menuding pelaku perusakan bendera dan baliho Demokrat di Pekanbaru berkaitan dengan PDIP. Melalui akun twitternya @AndiArief__ , Andi mengatakan pelaku diperintah oleh seseorang yang memiliki kedekatan dengan Ketua DPC PDIP Kota Pekanbaru, Robin Hutagalung.



"Mana yang blunder, semua ada faktual di twitter," kata Andi.

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan lantas menyebut ada institusi siluman di balik perusakkan bendera dan spanduk partainya di Pekanbaru, Riau. Namun dia belum membeberkan secara rinci soal institusi yang dimaksud.

Setali tiga uang dengan Andi yang juga belum mau membeberkan secara lengkap apa yang ditemukan Demokrat sejauh ini.

"Kalau dibuka, bukan hanya PDIP dan Polri yang bangkrut, tapi Jokowi juga bisa kebabaran. Kebabaran itu bisa bubar," tutur Andi.
Andi Arief: Pengetahuan Hasto TerbatasAndi Arief untuk pertama kalinya bertemu Prabowo Subianto usai memnyindir 'Jenderal Kardus'. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Hasto sebelumnya meminta semua pihak untuk tidak berlebihan dalam menyikapi kasus perusakkan bendera Demokrat di Pekanbaru, Riau. Menurutnya tidak baik jika ada yang mendramatisasi.

"Sebaiknya seluruh pemimpin bijak. Jangan dramatisasi berbagai persoalan untuk mendapatkan efek elektoral. Laporkan kepada pihak yang berwajib. Itu langkah jauh lebih bijak," kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (18/12).

Hasto menegaskan hubungan antara PDIP dengan Partai Demokrat dalam keadaan baik. Dia justru menilai ada blunder yang dilakukan Wasekjen Demokrat Andi Arief.

"Ya, kalau kita lihat, Andi Arief itu sudah berulang kali membuat blunder ya, kenapa? Kita tidak mencampuri urusan partai lain. Yang membuat blunder kenapa didiamkan terus, apakah punya rahasia sesuatu kan kita juga enggak tau," kata Hasto.
(bmw/gil)