Ribet Ganjil Genap 15 Jam dan Kesiapan Integrasi Angkutan

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 07:06 WIB
Ribet Ganjil Genap 15 Jam dan Kesiapan Integrasi Angkutan Rambu skema ganjil genap selama 15 jam. (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana penerapan kembali skema ganjil genap di Jakarta selama 15 jam sehari pada 2019 dinilai mendorong pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke angkutan umum dan menekan kemacetan saat jam makan siang.

Namun, perlu ada perbaikan integrasi angkutan umum. Selain itu, dampak ekonomi kebijakan itu pun masih dikaji.

Dea (23), pengendara mobil yang ditemui di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, berpendapat skema ganjil genap selama 15 jam akan efektif menekan kemacetan. Meski demikian, hal tersebut dianggap mempersulit pengendara mencari jalan alternatif dan bahkan untuk mengingat tanggal genap atau ganjil.


"Menekan macet sih, walaupun agak ribet," ujarnya, di lokasi, Rabu (19/12).


"Ribet aja, kalau pergi harus tahu ganjil genap. Misalnya salah, bisa saja jalurnya lebih jauh," ia menambahkan.

Namun, Dea tetap menganggap positif penerapan skema tersebut dan dapat mendorong pengendara yang ingin beralih ke transportasi umum. Ia pun tidak keberatan jika harus beralih ke transportasi umum.

"Transportasi umum juga sekarang sudah gampang kok, ada ojek juga, akan ada MRT. Enaklah," ujarnya.

gInfografis: CNN Indonesia/Timothy Loen
Pengendara mobil lainnya, Maria (33), juga menilai penerapan skema ganjil genap 15 jam akan menekan penggunaan kendaraan pribadi. Hal ini menurutnya termasuk ciri-ciri negara maju.

Namun, ia juga mengatakan penerapan skema tersebut harus dibarengi dengan fasilitas transportasi umum yang baik.

"Ciri-ciri negara maju seperti itu. Tapi, syaratnya pemerintah sudah harus siap dengan moda transportasi umum yang baik," ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi Hukum dan Humas Dewan Transportasi Kota Jakarta Ellen Tangkudung mengatakan dari hasil evaluasi penerapan sistem ganjil genap yang diterapkan sebanyak 15 jam, seperti ketika Asian Games dan Asian Paragames 2018, lebih efektif dibanding yang hanya diterapkan pada jam sibuk.

Ia menekankan hal ini karena di luar jam sibuk seperti saat makan siang, Jakarta juga dinilai sangat tinggi kepadatannya.

"Kalau ganjil genap hanya di jam sibuk maka memang untuk Jakarta yang sudah terlihat sangat padat bukan saja pada jam sibuk itu menjadi kurang efektif," kata Ellen.

Polisi menilang pengendara mobil yang menggunakan plat nomor palsu untuk mengakali sistem ganjil genap, di Pancoran, Jakarta Selatan, 1 Agustus.Polisi menilang pengendara mobil yang menggunakan plat nomor palsu untuk mengakali sistem ganjil genap, di Pancoran, Jakarta Selatan, 1 Agustus. ((CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil))
Selain itu, Ellen menilai penerapan yang bertujuan mengalihkan pengguna kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi umum itu, bisa mendorong penyediaan transportasi umum yang lebih baik.

Menurutnya, transportasi umum di Jakarta sekarang sudah lebih baik. Namun, kata dia, penerapan skema ganjil genap 15 jam membutuhkan integrasi sistem transportasi umum, tak hanya kapasitas dan layanan. Hal itu guna membuat nyaman pengguna transportasi umum, misalnya tak berpindah terlalu banyak angkutan.

"Bukan hanya kapasitas dan layanan tapi juga integrasi. Integrasi itu jadi orang naik angkutan umum tidak terlalu banyak berpindah-pindah dan juga ketika berpindah tidak harus jalan jauh," ujarnya.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini Pemprov DKI tengah merampungkan proses kajian ekonomi sebelum mengambil keputusan soal skema ganjil genap itu.

"Sekarang kita sedang mengompilasi hasil studi kajian ekonominya," kata Anies di Kawasan Monas, Jakarta, Rabu (19/12).

Menurutnya, ada perbedaan kondisi penerapan sistem ganjil genap saat Asian Games 2018 berlangsung dan setelah gelaran itu selesai.

Infografis: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Menurut Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan bahwa saat pelaksanaan Asian Games ada dorongan ekomoni yang besar yang disebabkan oleh banyaknya orang-orang yang datang ke Jakarta karena event tersebut.

Semnetara, saat Asian Games 2018 selesai, penerapan sistem ganjil genap dilakukan dalam kondisi normal Jakarta. Kondisi itulah yang saat tengah dikaji oleh Pemprov DKI.

"Ini hari-hari ke depan kita akan dapat datanya, dari situ kita akan memutuskan [soal sistem perpanjangan ganjil genap] toh masih ada waktu," ujar Anies.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengusulkan perpanjangan ganjil genap selama 15 jam penuh, mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB, kembali diterapkan pada tahun depan. Kepolisian emnyebut skema itu akan dipadukan dengan sistem tilang menggunakan video pengawas (CCTV) alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Pemprov DKI Jakarta sebelummya telah memperpanjang ganjil genap pasca-Asian Games 2018 hingga 31 Desember. Namun, pemberlakuannya tak dilakukan penuh selama 15 jam seperti saat perhelatan Asian Games.

(ani/arh)