Istana Minta Demokrat Tak Berbelit Ungkap Institusi Siluman

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 12:25 WIB
Istana Minta Demokrat Tak Berbelit Ungkap Institusi Siluman Pihak Istana meminta Demokrat tak perlu mengembangkan isu atau istilah institusi siluman yang notabene berada di luar ketatanegaraan selama ini. (Foto: Dok. Partai Demokrat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta Partai Demokrat langsung mengungkap ke publik soal institusi siluman yang disebut sebagai dalang perusakan bendera dan spanduk Demokrat di Pekanbaru, Riau. Ia juga menegaskan Indonesia memiliki aparat dalam menangani perkara.

Hal itu disampaikan Moeldoko menyikapi pernyataan Demokrat bahwa dalang perusakan atribut Demokrat dilakukan oleh institusi siluman.

"Kalau memang ada ya sudah tangkap saja, aparat kepolisian juga harus bekerja keras untuk itu," ucap Moeldoko di Hotel Mandarin Oriental, Kamis (20/12).


Ia berpendapat hal itu perlu dilakukan agar komunikasi politik antara SBY dengan Presiden Joko Widodo yang selama ini berjalan baik tak rusak hanya karena oknum tertentu.

"Jadi jangan nanti rusak karena persoalan yang sebenarnya dilakukan siapa pun, anak-anak yang di bawah yang kurang memahami secara makro," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi ini.
Istana Minta Demokrat Tak Berbelit Ungkap Institusi SilumanKepala Staf Kepresidenan Moeldoko (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Mengenai institusi siluman ini, Moeldoko menambahkan lebih jauh, bahwa Demokrat tak perlu mengembangkan istilah di luar ketatanegaraan. Bahwa semua lembaga negara di Indonesia bisa dikenali dengan nama.

"Saya pikir enggak ada institusi siluman. Semuanya bisa dikenali. Jadi kalau siluman itu tidak dikenal dalam ketatanegaraan. Jangan mengembangkan istilah baru nanti bingung semua," ucap dia.

Akhir pekan lalu, sejumlah atribut Demokrat sambutan terhadap Ketua Umum SBY di Pekanbaru, rusak dan jatuh ke jalan. Atribut yang dirusak antara lain bendera dan spanduk.

Kepala Divisi Advokasi Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan kelompok perusak bendera disebut sebagai institusi siluman.

Berdasarkan informasi yang bersifat A1, kata Ferdinand, institusi siluman ini bahkan memesan satu lantai di hotel tempat SBY menginap di Pekanbaru, Riau.

Demokrat bahkan membandingkan bendera mereka yang rusak dengan bendera partai lain yang masih berdiri tegak demi menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo di Pekanbaru. (chri/osc)