10 Karyawan RS Tarakan Jadi Korban Tewas Tsunami Selat Sunda

CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 01:22 WIB
10 Karyawan RS Tarakan Jadi Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut 10 orang karyawan koperasi RSUD Tarakan menjadi korban tewas akibat tsunami di Selat Sunda. Diketahui ada 20 karyawan RSUD Tarakan tengah berlibur di Pantai Carita bersama keluarganya.

Anies memastikan seluruh biaya bagi korban jiwa maupun luka-luka akan ditanggung Pemprov DKI.

"Semua biaya yang terkait pengobatan dan lain-lain termasuk yang meninggal seluruhnya ditanggung oleh Pemprov DKI. Semua yang menjadi korban kita beresin semua," kata Anies saat mengunjungi korban tsunami di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta Pusat, Minggu (23/12) malam dikutip Antara.



Kunjungan Anies ke RSUD Tarakan, terkait dengan adanya korban bencana tsunami yang merupakan karyawan RSUD Tarakan dan beberapa korban telah terevakuasi, bersama dengan beberapa warga DKI lainnya.

"Dari informasi yang saya terima, saat ini sudah ada 11 orang yang telah dievakuasi dan dirawat, sembilan orang dari RS Tarakan, dua orang warga DKI," ucapnya.

"Lalu ada 18 korban sedang dalam perjalanan serta dalam laporan ada 10 orang meninggal dunia yang semuanya merupakan karyawan peserta koperasi yang lima di antaranya sudah dibawa keluarga," ucap Anies.

Anies menyebut kebijakannya saat ini adalah warga DKI Jakarta yang menjadi korban di lokasi untuk segera dibawa ke RSUD Tarakan atau rumah sakit lainnya di Jakarta.

"Semua korban (rombongan RSUD Tarakan) adalah keluarga besar Pemprov DKI, tadi ada suami kerja di Tarakan dan istri di Dinas Perumahan, banyak yang begitu, makanya tadi saya imbau agar semua tenang, jangan pikir soal biaya karena pemprov yang tanggung," ucap Anies.


Sebelumnya, dikabarkan ada sekitar 20 orang karyawan dan anggota Koperasi RSUD Tarakan bersama keluarganya dengan total berjumlah 54 orang menjadi korban tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam. Mereka tengah berlibur bersama keluarganya di Pantai Carita, Banten.

"Total ada 54 orang semuanya sedang berlibur ke pantai Carita dan menginap di Villa Stefani, Carita saat tsunami menerjang. Dari info tim yang ke sana, masih ada yang belum ditemukan (hilang)," kata Direktur Utama RSUD Tarakan, Dian Ekawati.

Pemprov DKI mengirimkan puluhan tim medis, 13 ambulan dari RSUD Tarakan, Dinas Kesehatan DKI, Dinas Pemakaman DKI, serta mengirimkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan tim SAR untuk membantu proses evakuasi. (Antara/osc)