Menteri PUPR: Infrastruktur Tak Banyak Terdampak Tsunami

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 05:42 WIB
Menteri PUPR: Infrastruktur Tak Banyak Terdampak Tsunami Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut pihaknya fokus pada pembersihan sampah dan puing pascatsunami Selat Sunda. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut tsunami Selat Sunda yang menerpa Banten dan Lampung tak mengakibatkan kerusakan signifikan kepada infrastruktur. Pascabencana, pihaknya akan fokus pada pembersihan sampah dan puing.

"Dari sisi infrastruktur tidak banyak terdampak. Paling parah banyak sampah yang menjadi tugas kami untuk membersihkannya serta rumah-rumah semi-permanen yang rusak," ujar dia, saat meninjau salah satu titik kerusakan paling parah di Mutiara Carita Cottage, Banten, Minggu (23/12) dikutip dari keterangan tertulis.

Sebagai bukti, Basuki melakukan perjalanan darat menuju lokasi bencana dengan mengambil rute Tol Jakarta-Merak, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, hingga ke Kecamatan Labuan dengan kondisi jalan yang disebutnya "mantap".


Jika memang ada hambatan di jalan-jalan akibat puing dan sampah, pihaknya akan membersihkan itu maksimal tujuh hari.

"Apabila terjadi jalan terputus maka sesuai standar akan dilakukan pemulihan lalu lintas paling lama tujuh hari, seperti kerusakan Jembatan Batang Kalu akibat banjir di Padang Pariaman dan Jalan Gubeng yang ambles di Surabaya," tuturnya.

Untuk membantu pembersihan jalan, Basuki menyebut Kementerian PUPR sudah mengirimkan sejumlah alat berat dan sebagian sudah berada dilapangan. Yakni, tujuh ekskavator, 12 dump truck, dan dua loader.

Selain itu, pihaknya juga mengirimkan 16 mobil tangki air, dua mobil toilet, dan 20 hidran umum untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi para pengungsi. "Tambahan alat berat dan peralatan air bersih dan sanitasi akan dikirimkan dari Jakarta dan Banten," ujarnya.

Untuk memperlancar koordinasi pemenuhan kebutuhan dan mobilisasi alat berat dan peralatan air bersih dan sanitasi, Basuki menunjuk Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Ciujung dan Cidurian Tris Raditian sebagai Ketua Satgas Penanganan Bencana di Pandeglang.

Diberitakan sebelumnya, tsunami yang bersumber di Selat Sunda menerjang Banten dan Lampung yang mengakibatkan setidaknya 222 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya terluka.

(arh)