Komunikasi Terakhir Pemukim Pulau Sebesi Usai Tsunami

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 06:29 WIB
Komunikasi Terakhir Pemukim Pulau Sebesi Usai Tsunami Dampak tsunami Selat Sunda di Lampung. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah Warga Desa Tejang, Pulau Sebesi masih mengungsi di tempat pengungsian yang lebih tinggi pascaterjangan gelombang tinggi tsunami, Sabtu (22/12) malam. Warga yang berada di tempat-tempat pengungsian di pulau terdekat Gunung Anak Krakatau itu dikabarkan mulai kekurangan stok bahan pokok.

Cerita terisolasinya warga Sebesi terungkap melalui salah seorang warga Kalianda, Lampung Selatan, Iksan (38). Dia mengaku sempat berhubungan dengan kerabatnya yang berada di Pulau Sebesi melalui ponselnya.

Saudaranya itu mengatakan, hingga saat ini warga yang tinggal di Pulau Sebesi yang tengah mengungsi di dataran tinggi belum berani pulang ke rumah. Mereka trauma dan khawatir pascaterjangan gelombang tinggi tsunami yang terjadi pada Sabtu malam tersebut.




"Ya kerabat saya tadi sempat hubungi saya, tak lama kemudian ponselnya mati," ujarnya, Senin (24/12). 

Saat ini, kata Iksan, kerabatnya bersama warga Pulau Sebesi lainnya tinggal sementara di tempat-tempat pengungsian di dataran lebih tinggi. Bahkan mereka juga sudah mulai kekurangan stok bahan kebutuhan pokok makanan (sembako).

Sampai siang ini, belum ada bantuan dari tim dan pemerintah Kabupaten Lampung selatan atapun lainnya yang datang.


"Kami berharap, tim dan pihak pemerintah daerah bisa segera datang ke lokasi agar dapat segera dievakuasi," ujarnya.

Iksan menambahkan saat terjangan gelombang tinggi itu datang, ada satu korban anak-anak warga Pulau Sebesi meninggal dunia dan korban sudah berhasil ditemukan.

"Korban meninggal dunia itu terlepas dari upaya penyelematan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya," ucap dia. (zas/ain)