Cerita terisolasinya warga Sebesi terungkap melalui salah seorang warga Kalianda, Lampung Selatan, Iksan (38). Dia mengaku sempat berhubungan dengan kerabatnya yang berada di Pulau Sebesi melalui ponselnya.
Saudaranya itu mengatakan, hingga saat ini warga yang tinggal di Pulau Sebesi yang tengah mengungsi di dataran tinggi belum berani pulang ke rumah. Mereka trauma dan khawatir pascaterjangan gelombang tinggi tsunami yang terjadi pada Sabtu malam tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kerabat saya tadi sempat hubungi saya, tak lama kemudian ponselnya mati," ujarnya, Senin (24/12).
Sampai siang ini, belum ada bantuan dari tim dan pemerintah Kabupaten Lampung selatan atapun lainnya yang datang.
"Kami berharap, tim dan pihak pemerintah daerah bisa segera datang ke lokasi agar dapat segera dievakuasi," ujarnya.
Iksan menambahkan saat terjangan gelombang tinggi itu datang, ada satu korban anak-anak warga Pulau Sebesi meninggal dunia dan korban sudah berhasil ditemukan.
"Korban meninggal dunia itu terlepas dari upaya penyelematan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya," ucap dia. (zas/ain)