Misa Pagi di Katedral, Mobil Gegana dan Barracuda Disiagakan

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 07:10 WIB
Misa Pagi di Katedral, Mobil Gegana dan Barracuda Disiagakan Umat Katolik beribadah malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Senin 24 Desember 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Umat Katolik mulai berdatangan ke Gereja Katedral, Jakarta, Selasa pagi (25/12). Mereka tampak memasuki gereja untuk menghadiri Misa Natal. Pada halaman Katedral disediakan kursi serta layar lebar. Sekitar pukul 6.00 gereja mulai ramai.

Sementara pengamanan di sekitar Gereja Katedral terlihat masih biasa-biasa saja. Satu barraccuda, satu mobil pelayanan dan satu mobil gegana ada di lokasi. Anggota kepolisian belum terlihat berjaga untuk mengawal jalannya Misa pagi.

Anggota kepolisian kurang lebih sebanyak 20 orang berada di tenda dan pos keamanan di trotoar Masjid Istiqlal. Belum terlihat anggota kepolisian yang berjaga di depan pintu masuk Gereja Katedral.

Pada pintu masuk Katedral terlihat tiga anggota TNI yang berjaga. Selain itu pada pintu masuk juga terlihat ada dua alat pendeteksi.

Berdasarkan jadwal acara Gereja Katedral, Misa Natal akan dimulai pukul 07:00 WIB. Dilanjutkan dengan Misa Pontifikal pukul 09.00, Misa Keluarga pukul 11.00 dan pukul 17.00.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihak kepolisian hingga kemarin malam belum mendapat laporan gangguan keamanan dalam pelaksanaan ibadah Misa malam Natal di seluruh Indonesia. Pelaksanaan ibadah Misa malam Natal disebut masih terpantau aman.

Hal itu disampaikan Tito usai meninjau pengamanan dan pelaksanaan Misa malam Natal bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di GPIB Paulus, GRII Kemayoran dan Gereja Katedral.

"Sampai dengan jam ini, kami belum mendapatkan laporan tentang adanya insiden-insiden berkaitan dengan perayaan ibadah Natal, baik yang sudah berlangsung dua minggu, tiga minggu sebelumnya, ada misa-misa yang dilakukan semua berjalan aman dan lancar," kata Tito, Senin (24/12) kemarin malam.

Kepolisian dan TNI, menurut dia, akan terus memastikan pengamanan perayaan ibadah Natal hingga tahun baru bersama organisasi masyarakat, seperti pemuda gereja hingga Banser. Hal ini, kata dia, merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keamanan warganya dalam beribadah.

Dalam sambutan saat meninjau ketiga gereja tersebut, Tito juga menyatakan tidak ada tindakan penyisiran atau aksi sweeping dari kelompok tertentu sampai pelaksanaan ibadah Misa malam Natal.


(adp/dea)