Usai Diterjang Tsunami, Labuan Banten Tergenang Banjir

CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 13:37 WIB
Usai Diterjang Tsunami, Labuan Banten Tergenang Banjir Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten tergenang banjir sejak Rabu (26/12) dini hari. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Pandeglang, CNN Indonesia -- Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten tergenang banjir sejak Rabu (26/12) dini hari. Air menggenangi permukiman dan jalan raya Desa Kalang Anyar.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com Rabu siang persimpangan yang menghubungkan Carita dan Labuan tergenang air setinggi sekitar 50 centimeter. 

Akibatnya, lalu lintas mengalami kemacetan. Bahkan jalan ke arah Pasar Labuan lumpuh karena ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter. Di beberapa permukiman, air menggenang hingga atap rumah.

Kendaraan roda empat tak menemui banyak masalah melintasi persimpangan itu, hanya harus melintas bergantian. Masalah datang saat kendaraan roda dua melintas. Beberapa sepeda motor mogok di tengah jalan lantaran mesin terendam.


Seorang warga Labuan, Pulung Suradi, mengatakan air mulai naik sejak pukul 03.00 WIB. Lalu pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB, air merendam jalanan dan permukiman.

Pulung menyebut banjir separah ini baru pertama kali terjadi di Kalang Anyar. Biasanya hujan deras hanya menimbulkan genangan.

"Ini lebih parah, biasanya cuma genangan kecil. Mungkin ketemu pasang air laut dan air hujan dari gunung, sama-sama kencang ketemu di sini," kata Pulung saat ditemui.

Saat ini warga Kalang Anyar mengungsi di posko-posko pengungsian karena hunian mereka tergenang dan aliran listrik diputus. Pada pagi hingga sore hari, mereka kembali ke rumah untuk sekadar mengecek hunian mereka.

Warga lainnya, Desan, menyebut banjir kali ini diperparah dengan kejadian tsunami beberapa hari lalu.

"Sisa-sisa material, sampah yang terbawa kemarin itu menyumbat ya, jadi airnya tergenang," tutur Desan.

Soal jalur yang lumpuh, Desan menyebut kendaraan dari Carita masih bisa mengakses jalan ke Labuan dengan berputar.

Pengendara bisa melalui jalur alternatif Caringin-Ciruang-Jiput. Waktu tempuh akan bertambah satu jam lewat jalur alternatif tersebut.

Sebelumnya, tsunami di Selat Sunda menghantam Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12). Sekitar 16 ribu orang mengungsi dan 429 meninggal dunia. (dhf/dea)