Trauma dan ketakutan warga belum sepenuhnya hilang. Namun di Kampung Nelayan Teluk Labuan, sejumlah warga nekad bertahan di reruntuhan rumah mereka untuk menjaga harta yang masih tersisa.
Mata-mata mereka jeli mengawasi sejauh penglihatan. Kecurigaan terhadap orang asing begitu terasa saat CNNIndonesia.com menyambangi daerah itu, Selasa (25/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecurigaan warga tersebut bermula dari kejadian buruk yang menimpa seorang warga kampung. Maman, warga setempat yang bersedia diwawancara mengatakan adiknya kehilangan sejumlah barang berharga di rumahnya.
"Kemarin malam ada yang kemalingan. Adik saya emasnya hilang, 30 gram. Kayaknya bawa senter juga soalnya kan diskni listrik mati," kata Maman.
"Tapi sudah enggak ada. Pasti ada maling," kata Maman.
Rumah warga di Kampung Nelayan Labuan Batu, Pandeglang, Banten, yang hancur tersapu tsunami. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Maman menyadari keputusannya bukan tanpa risiko. Tsunami susulan masih berpeluang terjadi. Waktunya tak bisa diperkirakan. Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi pun sudah mengingatkan warga pesisir untuk waspada dan menjauhi bibir pantai.
"Sebenarnya saya masih takut sama tsunami. Tapi kalau ada kejadian kemalingan, saya mau bantu jaga adik saya aja. Tetangga juga banyak yang bantu jaga di sini," kata Maman.
Kampung Nelayan Teluk Labuan, Pandeglang, Banten termasuk wilayah yang belum tersentuh alat berat. Suasana di sana masih sangat berantakan usai dihantam tsunami dari Selat Sunda.
Rumah hancur berserakan. Kapal rusak terdampar tak keruan. Sampah menggunung. Bau amis tak bisa dihindarkan. Dalam suasana porak poranda itulah maling melancarkan aksinya.
Seorang warga lain, Amin mengatakan ada tetangganya yang kemalingan. Dia menyebut motor sekaligus dokumen BPKB hilang dicuri.
"Itu kemarin malam. Senin malam. Ada yang kehilangan," kata Amin.
Dia berniat ikut bersama warga lainnya tidur di masjid dekat Kampung Nelayan. Malam hari, Amin pun tak keberatan untuk berkeliling mengantisipasi kehadiran pencuri.
"Bagaimana ya. Kalau sudah ada yang kemalingan ya kita juga jadi gampang curiga. Kita sudah enggak punya apa-apa lagi. Cuma puing-puing dan besi ini aja yang bisa kita jaga," kata Amin. (wis)
Rumah warga di Kampung Nelayan Labuan Batu, Pandeglang, Banten, yang hancur tersapu tsunami. (CNN Indonesia/Hesti Rika)