KPK Masih Buru Kader PDIP Mantan Staf Kepala Bakamla

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 12:02 WIB
KPK menyebut Ali Fahmi belum bisa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena statusnya masih sebagai saksi. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap politikus PDIP, Ali Fahmi Habsyi terkait pengembangan kasus korupsi anggaran Bakamla. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari politikus PDI Perjuangan sekaligus mantan staf khusus Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Ali Fahmi Habsyi. Lembaga antikorupsi itu membutuhkan keterangan Ali Fahmi dalam kasus dugaan suap pengurusan anggaran Bakamla.

"KPK juga lakukan proses pencarian karena kami masih butuh pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dalam penyidikan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (28/12).

Febri mengatakan pihaknya akan terus mencari Ali Fahmi setelah penyidik KPK mengembangkan kasus tersebut dan menjerat Managing Director PT Rohde and Schwarz Indonesia Erwin Sya'af Arief sebagai tersangka. Erwin adalah tersangka ketujuh dalam kasus ini.



"Tentu karena penyidikan ini juga masih berjalan kami masih akan melakukan proses pencarian," ujar Febri.

Febri menyatakan pihaknya belum bisa memasukkan nama Ali Fahmi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena statusnya masih sebagai saksi.

Ali Fahmi yang merupakan kader PDIP duduk sebagai staf kepala Bakamla khusus Bidang Perencanaan dan Anggaran. Dia diduga menjadi perantara untuk meloloskan anggaran di DPR.

Sejak tahun lalu, penyidik KPK seakan kehilangan jejak Direktur Utama PT Viva Kreasi Investindo tersebut. Ali Fahmi tak pernah berhasil dihadirkan penyidik KPK, baik dalam proses penyidikan maupun persidangan para terdakwa dalam kasus ini.

Berdasarkan fakta persidangan, Ali Fahmi dikenalkan oleh mantan Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin ke mantan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi.


Ali Fahmi pun menawarkan diri ke Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah untuk membantu meloloskan anggaran dan menjamin perusahaannya mendapat proyek di Bakamla. Atas jasanya membantu mengurus anggaran, Ali Fahmi diduga mendapat uang sejumlah Rp24 miliar dari Fahmi.

Terbaru, Ali Fahmi disebut oleh Fayakhun mengenalkan dirinya kepada tiga orang yang diklaim sebagai keluarga Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta sekitar 2016. Namun, Fayakhun mengaku lupa nama ketiga orang itu.

"Saya lihat dia [Fahmi] bersama teman dan saya dikenalkan tiga orang. Katanya dari keluarga Solo, ada satu agak tua om-nya Pak Jokowi, adik Pak Jokowi, dan ipar Pak Jokowi," ujar Fayakhun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

(fra/ain)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK