BMKG: Banyak Daerah Potensial Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 21:25 WIB
BMKG: Banyak Daerah Potensial Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter Ilustrasi gelombang tinggi. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya, perairan Selat Sunda dan Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangan persnya, Jumat (28/12), dikutip dari Antara, menyebut hal itu terjadi sebagai dampak pusat-pusat tekanan udara rendah. Selain gelombang tinggi, fenomena itu juga memicu potensi hujan lebat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia.

Ia merinci bahwa potensi gelombang tinggi itu bisa mencapai 2,5-4 meter. Wilayah yang potensial terkena gelombang ini adalah Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian Selatan.


Selain itu, ada Samudera Hindia Selatan Banten, Samudera Hindia Selatan Bali hingga NTB, Perairan Kepulauan Anambas dan Selatan Kepulauan Natuna, Laut Jawa, dan Perairan Utara Kepulauan Kangean.

Daerah lainnya adalah Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Perairan Manado-Bitung, Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur, Laut Maluku, Perairan Utara Kepulauan Halmahera, serta Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat.

Sementara itu, lanjut Mulyono, gelombang tinggi lebih dari 4 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Perairan Utara Kepulauan Nias, dan Laut Natuna Utara.

Sejumlah mobil rusak karena Tsunami Selat Sunda teronggok di sepanjang jalan dari kawasan Anyer hingga Sumur, Banten, belum lama ini.Sejumlah mobil rusak karena Tsunami Selat Sunda teronggok di sepanjang jalan dari kawasan Anyer hingga Sumur, Banten, belum lama ini. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang pada beberapa hari ke depan, terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi," tuturnya.

Mulyono mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Gelombang tinggi itu, kata dia, terkait dengan konsentrasi udara tekanan rendah dan aliran udara dingin. Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, aliran massa udara dingin dari Asia masih mendominasi wilayah Indonesia. Keberadaan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Filipina dan Laut China Selatan menyebabkan massa udara dingin dari Asia itu cukup terkonsentrasi di wilayah Utara.

Sementara itu, dominasi pola udara tekanan rendah di sekitar wilayah Australia cukup signifikan. Hal itu menyebabkan terbentuknya daerah perlambatan angin dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan.

Angin Kencang dan Hujan

Di samping gelombang tinggi, Mulyono menyebut tekanan rendah itu juga memicu angin kencang dan hujan di beberapa daerah.

Menurutnya, potensi hujan akan meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia menjelang akhir tahun, yakni 28-31 Desember 2018.


Wilayah yang berpotensi hujan lebat antara lain Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT serta Maluku bagian Selatan.

Sementara, daerah-daerah yang berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 KM/jam di antaranya Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku bagian Selatan dan Papua Barat.

(arh/sur)