Dampak Erupsi Gunung Agung, Hujan Abu Selimuti Sejumlah Desa

CNN Indonesia | Minggu, 30/12/2018 12:14 WIB
Dampak Erupsi Gunung Agung, Hujan Abu Selimuti Sejumlah Desa Ilustrasi hujan abu dari erupsi gunung. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah desa terdampak hujan abu ringan dan sedang dari erupsi Gunung Agung, Bali, yang terjadi dini hari pukul 04.09 WITA, Minggu (30/12).

Berdasarkan informasi yang diberikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, delapan wilayah terkena paparan hujan abu. Yakni, Banjar Dinas Uma Anyar Ababi bagian barat terpapar hujan abu ringan, dan Kota Amlapura terpapar hujan abu sedang.

Selanjutnya, hujan abu ringan juga menyembur ke Desa Seraya Barat, Seraya Tengah, Banjar Dinas Ujung Pesisi, Lingkungan Pesagi dan Pebukit, Desa Tenggalinggah, serta Kantor BPBD.


"Hasil koordinasi dengan Kepala Desa Ban dan Desa Dukuh, Gunung Agung terpantau cerah. Tidak terlihat ada asap keluar. Sementara, Desa Jungutan dari Kantor BPBD Gunung Agung terpantau mendung tebal," tulis keterangan BPBD Karangasem.

Dini hari tadi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM menyebut Gunung Agung mengalami erupsi selama 3 menit 8 detik. Gunung Agung pun ditetapkan pada status Level III atau siaga.

"Telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali, pada 30 Desember 2018, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 3 menit 8 detik," tutur Kepala Bagian Humas BMKG Harry Tirto.


Masyarakat di sekitar Gunung Agung, termasuk pendaki dan wisatawan, diimbau agar tidak berada di sekitar zona perkiraan bahaya, baik untuk mendaki dan melakukan aktivitas lain. Zona tersebut adalah di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari bawah puncak gunung.

Zona perkiraan bahaya bersifat dinamis dan terus dievaluasi. Nantinya, zona dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta waspada terhadap potensi ancaman bahaya sekunder.


"Berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan," tandasnya.


(bir)