Wakil Rektor Ungkap Kronologi Kebakaran di ITB

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 15:26 WIB
Wakil Rektor Ungkap Kronologi Kebakaran di ITB Ilustrasi kebakaran. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Hubungan Masyarakat dan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) meluruskan informasi terkait insiden kebakaran yang terjadi pada Minggu (31/12) di wilayah kampusnya. Sebelumnya petugas pemadam kebakaran Kota Bandung mengungkapkan bahwa si jago merah melanda Gedung Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi Miming Miharja mengatakan kebakaran yang terjadi pukul 17.00 WIB itu melanda Gedungz Program Studi Magister Studi Pembangunan ITB, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB.

"Gedung yang kebakaran berlokasi di lingkungan Kampus Ganesha dengan luas lantai Gedung 912 meter persegi," kata Miming lewat keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (31/12).



Menurut Miming, mulanya anggota Regu 3 Satuan Pengaman Kampus Ganesha, Suhendar Noor Hatta, yang sedang berpatroli menerima informasi tentang adanya kepulan asap dan percikan api di area Gedung Program Studi Magister Studi Pembangunan.

Setelah mengetahui adanya kebakaran, anggota Satuan Pengamanan Kampus segera menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandung dan membuka hidrant air yang ada di dekat lokasi gedung yang terbakar untuk berusaha memadamkan api.

"Nemun demikian, dikarenakan angin bertiup kencang, mengakibatkan api cukup sulit untuk dipadamkan," kata Miming.


Tim Damkar Kota Bandung tiba di lokasi kebakaran pada pukul 17.30 WIB dan langsung melakukan tindakan pemadaman api yang sudah membesar dan dikhawatirkan mengenai Gedung lainnya yang berdekatan.

Atas upaya sigap dari Tim Damkar Kota Bandung yang dibantu Tim Layanan Darurat ITB dan para Anggota Satuan Pengamanan Kampus, api bisa di padamkan pada pukul 18.30 WIB. Setelah Gedung dianggap aman, Tim Inafis dari Kepolisian yang juga langsung melakukan investigasi memasang garis polisi.

"Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah karena terjadinya hubungan pendek arus listrik di gedung tersebut," kata Miming.

Lebih lanjut, Miming memastikan tidak ada korban luka ataupun korban jiwa manusia dalam peristiwa ini. Adapun kerugian benda serta aset Program Studi Pembangunan lainnya sedang dihitung.

(dal/DAL)