Dana Kampanye Prabowo-Sandi Rp54 Miliar, dari Sandi Rp39,5 M

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 17:31 WIB
Dana Kampanye Prabowo-Sandi Rp54 Miliar, dari Sandi Rp39,5 M Total dana kampanye yang dihimpun kubu Prabowo-Sandi mencapai Rp54 miliar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merilis jumlah dana kampanye menjelang tutup tahun 2018. Total dana kampanye terkumpul saat ini Rp54 miliar. Dari total dana terkumpul, sebanyak Rp39,5 miliar merupakan sumbangan dari cawapres Sandiaga Uno.

Bendahara BPN Thomas Djiwandono menyebut jumlah tersebut merupakan pembukuan sepanjang 23 September hingga 28 Desember 2018. Jika dari Sandi senilai Rp39,5 miliar, maka sumbangan Prabowo sejak Oktober hingga Desember Rp13,05 miliar.

"Dijelaskan bahwa saat ini Pak Sandi memang terbesar," kata Thomas di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (31/12).
Thomas memaparkan, sumbangan lainnya berasal dari Partai Gerindra sebesar Rp1.389.942.500 atau setara 2,6 persen. Sumbangan per orangan sebesar Rp76.197.500 atau setara 0,1 persen, dan sumbangan kelompok sebesar Rp28.865.500 atau setara 0,1 persen.


Lebih lanjut Thomas juga memaparkan dari total Rp54 miliar itu, sebanyak Rp46,6 miliar telah terpakai untuk keperluan kampanye. Dana itu dipakai mulai dari untuk pertemuan terbatas, tatap muka, iklan di media, APK, bahan kampanye, operasional, pembelian peralatan hingga kegiatan lain.
"Kegiatan lain itu termasuk dalam media sosial, sosial kemasyarakatan, teritory dan jaringan, serta media center," kata Thomas.

Sementara itu, Sandi mengaku dana kampanye yang dia sumbangkan seluruhnya berasal dari penjualan aset pribadi dan saham miliknya.

"Saya tidak akan tedeng aling-aling, bahwa saya harus jual saham dan aset saya untuk biaya kampanye kami," katanya.
Tak hanya itu, Sandi juga menjelaskan terkait partai-partai koalisi lain, kecuali Gerindra yang tidak terdaftar memberi sumbangan dana kampanye dalam bentuk uang. Sandi sendiri mengaku mafhum, karena setiap partai memiliki kepentingan dana untuk kampanye Pileg yang memang waktunya bersamaan dengan Pilpres. (tst/ain)