Dahnil: Sejak Awal Prabowo Tak Gunakan Politik Identitas

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 20:00 WIB
Dahnil: Sejak Awal Prabowo Tak Gunakan Politik Identitas Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut sejak awal Prabowo tidak ingin bermain-main dengan politik identitas dalam kontestasi Pilpres 2019.

Kata Dahnil, sebab itulah Prabowo memilih Sandiaga sebagai pasangannya di pilpres demi menghindari politik identitas, apalagi saat itu Joko Widodo telah memastikan menjadikan Ma'ruf Amin yang merupakan Ketua Umum MUI sebagai cawapres.

"Sejak awal Pak Prabowo komitmen untuk tidak gunakan politik identitas dalam kampanye, makanya pilihan beliau jatuh kepada Bang Sandi. Agar pertarungan pilpres tidak seperti kontestasi identitas," kata Dahnil di Rumah Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (31/12).


Meski begitu, kata Dahnil, Prabowo justru terus-menerus dibombardir dengan isu-isu politik identitas, dari mulai tuduhan berkampanye melalui ijtima ulama, didukung alumni 212, bahkan, kata dia, Prabowo sempat disebut antek Yahudi terkait perpindahan kedubes Australia di Israel ke Yerusalem.

"Ya kemudian justru ada tuduhan-tuduhan untuk Pak Prabowo kalau dia lakukan politik identitas. Bahkan enggak mau jadi imam salat juga dikait-kaitkan," kata Dahnil.
Dia pun memahami, berbagai serangan yang berbau politik identitas dan ditujukan kepada Prabowo-Sandi sejak bulan Oktober hingga Desember ini memang hanya untuk memecah belah. Tetapi pihaknya pun terus berkomitmen agar tidak termakan dengan isu-isu identitas seperti itu.

"Nah itu yang kami ingin menyatakan politik identitas yang sekarang serbu dan serang kami dan Bang Sandi kami pahami sebagai serangan-serangan pribadi yang selama ini kami enggak mau masuk," katanya.

Menurut dia, politik model fitnah seperti itu harus dihentikan karena sejak awal Pak Prabowo dan Sandi hanya ingin membawa kampanye pada isu ekonomi, politk, budaya.

"Tidak masuk pada isu wilayah menyerang pribadi apa lagi terkait isu SARA," ucapnya.

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu Dahnil juga menyindir Ketua Tim Kampanye Nasional yang justru menyebut Jokowi-Ma'ruf sering 'diserang' dengan isu-isu negatif dan fitnah.

Justru kata dia, pihaknyalah yang selalu diserang dengan isu-isu negatif dan fitnah.

"Kemudian Erik Thohir nyebut mereka selama ini diserang terus. Engga kok, justru kami yg selama ini diserang, tapi ya kami enggak pada posisi ofensif kami tak mau besarkan masalah," kata dia.
(ugo/ugo)