Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Tutup hingga Maret 2019
CNN Indonesia
Senin, 31 Des 2018 21:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) di Jawa Barat menutup sementara jalur pendakian untuk umum ke Gunung Gede dan Pangrango terhitung mulai Selasa 1 Januari 2019.
"Penutupan sementara ini untuk pemulihan ekosistem ditambah antisipasi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana di jalur pendakian," kata Kepala BBTNGGP Wahju Rudianto seperti dilaporkan Antara, Senin (31/12).
Menurut Wahju, penutupan jalur pendakian untuk umum tersebut sudah disosialisasikan melalui Surat Edaran dengan nomor SE.1689/BBTNGGP/BIDTEK/tek.p2/12/2018 tentang Penutupan Kegiatan Pendakian di TNGGP.
"Penutupan dilakukan hingga 31 Maret 2019," kata Wahju.
Dengan adanya surat edaran tersebut, imbuh Wahju, per hari ini seluruh pendaki tidak boleh ada lagi di areal pendakian.
Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNGGP Mimi Murdiah menegaskan telah melarang pengunjung yang ada ke areal TNGGP untuk merayakan pergantian tahun baru 2019 dengan menyalakan kembang api.
"Petasan bisa mengganggu ekosistem. Ada petugas di pintu masuk areal TNGGP yang melakukan sweeping barang-barang seperti petasan, kembang api," ujarnya.
(antara/dal)
"Penutupan sementara ini untuk pemulihan ekosistem ditambah antisipasi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana di jalur pendakian," kata Kepala BBTNGGP Wahju Rudianto seperti dilaporkan Antara, Senin (31/12).
Lihat juga:Pendakian Gede Pangrango Ditutup Sementara |
Menurut Wahju, penutupan jalur pendakian untuk umum tersebut sudah disosialisasikan melalui Surat Edaran dengan nomor SE.1689/BBTNGGP/BIDTEK/tek.p2/12/2018 tentang Penutupan Kegiatan Pendakian di TNGGP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisa-sisa kebakaran yang terjadi sk area Alun-Alun Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede-Gunung Gunung Pangrango (TNGGP), Senin (28/9). (Dok. Istimewa) |
Dengan adanya surat edaran tersebut, imbuh Wahju, per hari ini seluruh pendaki tidak boleh ada lagi di areal pendakian.
"Petasan bisa mengganggu ekosistem. Ada petugas di pintu masuk areal TNGGP yang melakukan sweeping barang-barang seperti petasan, kembang api," ujarnya.
Sisa-sisa kebakaran yang terjadi sk area Alun-Alun Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede-Gunung Gunung Pangrango (TNGGP), Senin (28/9). (Dok. Istimewa)