Cari Korban Longsor Sukabumi, Tim SAR Terkendala Kondisi Alam

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 10:04 WIB
Cari Korban Longsor Sukabumi, Tim SAR Terkendala Kondisi Alam Ilustrasi longsor Sukabumi. (Budiyanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dan evakuasi korban longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan laporan sementara, 20 orang masih hilang dan 15 orang dinyatakan tewas.

"Dari hasil kerja tim di hari kedua ini jumlah korban yang ditemukan sebanyak 15 orang dengan rincian dua korban di hari pertama dan 13 di hari kedua," kata Danrem 061/Suryakencana Kolonel (Inf) M Hasan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Rabu (2/1) dikutip Antara.

Menurut dia, kondisi alam menjadi tantangan dan kendala tim SAR gabungan dalam proses pencarian dan evakuasi yang memasuki hari ketiga ini. Cuaca yang berubah dan kontur tanah tak stabil membuat para tim SAR gabungan harus waspada akan potensi longsor susulan.


BNPB menyebutkan hingga 1 Januari lalu sudah terjadi empat kali longsor susulan, meskipun jumlah longsoran lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, apalagi jika turun hujan. Belum lagi daerah Cisolok memang merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi.

Hasan menambahkan, pencarian ini dilanjutkan usai sempat ditunda yang melanda kawasan Cisolok, kemarin. Karena itu dengan lanjutan pencarian ini, diharapkan korban yang tertimbun bisa ditemukan segera.

"Diharapkan pada hari ini korban hilang bisa ditemukan," katanya menambahkan.


Sementara, Pasiops Basarnas Pos Jakarta I Made Oka mengatakan data jumlah korban hilang masih bisa berubah tergantung dari warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.

Namun data yang dirangkum hingga saat ini menyebutkan jumlah korban sebanyak 101 jiwa, 63 orang selamat, 3 orang luka, 15 orang meninggal, dan 20 orang hilang. (Antara/osc)