"Satgas menyimpulkan pelaku adalah Ali Kalora Cs. Dari pendalaman satgas jumlah mereka tidak banyak dan tergolong kecil, yakni 10 orang," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (2/1).
Kesimpulan itu, kata Dedi, berdasarkan keterangan warga sekitar. Polisi menunjukkan satu per satu muka Ali Kalora Cs yang sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian ada satu laras pendek rakitan sisanya senjata tajam. Jadi anggota kita sudah cukup melakukan pengejaran," ucap Dedi.
Penembakan dilakukan saat salah satu petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.
Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka.
Kata Dedi, pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok MIT diduga hanya untuk memastikan kepada publik terkait eksistensi mereka.
"Mereka memang untuk menunjukkan eksistensi dari Ali Kalora supaya dilihat makanya mereka lakukan pembunuhan," ucap dia.
Untuk mempersempit wilayah pelariannya, satgas setempat sudah melakukan koordinasi untuk penjagaan wilayah. Polisi meyakinkan warga untuk tetap bisa beraktivitas seperti biasa selama operasi pencarian pelaku.
"Kita juga memberikan jaminan keamanan khususnya masyarakat desa yang berbatasan dengan hutan. Kita terus lakukan penyekatan distribusi logistik di lingkungan sekitaran perkebunan agar masyarakat bisa melakukan aktivitasnya," ujar Dedi.