Polisi Buru 10 Anggota MIT Ali Kalora di Sulawesi Tengah

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 16:57 WIB
Polisi Buru 10 Anggota MIT Ali Kalora di Sulawesi Tengah Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi memburu 10 anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Ahmad alias Ali Kalora di Sulawesi Tengah. 10 orang tersebut terlibat kasus mutilasi dan penembakan aparat di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

"Satgas menyimpulkan pelaku adalah Ali Kalora Cs. Dari pendalaman satgas jumlah mereka tidak banyak dan tergolong kecil, yakni 10 orang," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (2/1).

Kesimpulan itu, kata Dedi, berdasarkan keterangan warga sekitar. Polisi menunjukkan satu per satu muka Ali Kalora Cs yang sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Dedi mengatakan persenjataan Ali Kalora Cs tergolong minim. Kelompok Ali Kalora diperkirakan memiliki tiga senjata laras panjang, dua senjata orisinil dan satu senjata rakitan.

"Kemudian ada satu laras pendek rakitan sisanya senjata tajam. Jadi anggota kita sudah cukup melakukan pengejaran," ucap Dedi.
Dengan amunisi itu, polisi meyakini Ali Kalora Cs tidak akan bisa menyerang aparat. Mereka selama ini hanya melakukan sistem hit and run dari satu tempat ke tempat yang lain.

Sebelumnya, aparat yang tengah mengevakuasi RB alias A (34), jasad warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki kelompok Ali Kalora, pada Senin, 31 Desember 2018.

Penembakan dilakukan saat salah satu petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka.

Kata Dedi, pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok MIT diduga hanya untuk memastikan kepada publik terkait eksistensi mereka.

"Mereka memang untuk menunjukkan eksistensi dari Ali Kalora supaya dilihat makanya mereka lakukan pembunuhan," ucap dia.

Untuk mempersempit wilayah pelariannya, satgas setempat sudah melakukan koordinasi untuk penjagaan wilayah. Polisi meyakinkan warga untuk tetap bisa beraktivitas seperti biasa selama operasi pencarian pelaku.

"Kita juga memberikan jaminan keamanan khususnya masyarakat desa yang berbatasan dengan hutan. Kita terus lakukan penyekatan distribusi logistik di lingkungan sekitaran perkebunan agar masyarakat bisa melakukan aktivitasnya," ujar Dedi.
(ctr/ugo)