Ma'ruf Prediksi Pembangunan 'Macet' Bila Jokowi Tak Terpilih

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 18:01 WIB
Ma'ruf Prediksi Pembangunan 'Macet' Bila Jokowi Tak Terpilih Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin memprediksi pembangunan infrastruktur yang masif akan terbengkalai bila Joko Widodo tak terpilih kembali sebagai presiden di periode 2019-2024.

Hal itu ia katakan saat menerima puluhan Relawan Jokowi (Rejo) di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Jumat (4/1).

Ia menyatakan Jokowi telah meletakkan landasan dasar bagi pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia semasa menjabat.


"Sebab, kalau sudah ada milestone, ada landasan tapi tidak dilanjutkan, itu akan terbengkalai apa yang sudah diletakkan oleh pak Jokowi, misalnya infrastruktur, tak ada kelanjutannya, maka tidak akan kasih manfaat besar lagi," kata Ma'ruf.

Mantan Rais Aam PBNU itu berjanji akan melanjutkan tonggak pembangunan yang sudah dibangun itu sebagai tugas utamanya bila terpilih sebagai capres-cawapres di Pilpres 2019.

Ma'ruf memastikan landasan dasar itu nantinya akan dibangun sesuatu yang lebih besar kembali bagi kebermanfaatan masyarakat Indonesia.

"Bahasa orang pintarnya itu maximize utility atau dimaksimalkan manfaat yang sudah ada ini. Dengan apa cara apa? Dengan memperbesar lagi, melipatgandakan, dengan menambahkan, dengan melakukan perbaikan," kata dia.
Ma'ruf lantas menyindir ada seseorang yang ingin membangun segala sesuatu tanpa ada rancangan yang jelas. Ia pun enggan untuk menyebut sosok tersebut.

Dia membandingkannya dengan Jokowi yang sudah memiliki landasan atau milestone yang jelas untuk membawa Indonesia melangkah lebih maju.

"Kalau kita lakukan saja tanpa landasan, itu namanya angan-angan, wong belum ada landasannya, mau bikin ini itu, itu angan-angan. kalau pak Jokowi kan udah ada. Tinggal melompat aja," kata dia. "Maka pak Jokowi dan saya harus bisa lanjutkan supaya pembangunannya bisa dirasakan oleh masyarakat."

Guna mewujudkan tujuan itu, Ma'ruf meminta agar para relawan Rejo tak hanya berperang di udara melalui media sosial semata.

"Harus door to door, man to man marking, itu kalau orang main bola, jangan ada sejengkal tanah yang bebas dari jangkauan Rejo," kata dia.

Pertemuan itu itu turut dihadiri oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sekaligus dewan pembina Rejo, Sidarto Danusubroto dan Menteri Perhubungan era Presiden SBY, Freddy Numberi.

Ma'ruf pun turut melepas relawan tim medis dan ambulans dari Relawan Jokowi (Rejo) untuk membantu korban tsunami di Pandeglang, Banten.
(ugo/ugo)