Anggota Brimob Sumsel Tewas Dikeroyok, Polisi Periksa 8 Orang

CNN Indonesia | Minggu, 06/01/2019 20:20 WIB
Anggota Brimob Sumsel Tewas Dikeroyok, Polisi Periksa 8 Orang Ilustrasi pengeroyokan. (Istockphoto/Sestovic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi melakukan pemeriksaan intensif delapan tersangka pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Brigadir Satu Yusuf, anggota Brimob Detasemen C Belitang Polda Sumsel. Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Slamet Widodo mengatakan delapan tersangka diperiksa secara terpisah.

Tiga tersangka diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel dan lima lainnya diperiksa oleh Satreskrim Polres OKU Selatan.

"Peran-perannya belum diketahui, itu masih dilidik. Pasti beda-beda ada yang nusuk, ada yang pukul, dan sebagainya, tapi sekarang masih diperiksa," ujarnya, Minggu (6/1).



Slamet mengatakan tiga tersangka yang diperiksa di Polda Sumsel yakni tersangka Zen Oktono (50) warga Tebing Gading, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Hafnizar alias Nizar (27) dan Yongki (21) warga Desa Sumber Jaya Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan. Tiga tersangka ini merupakan yang ditangkap oleh polisi.

"Rencananya yang diperiksa di Polda ini bakal dibawa ke Polres OKU Selatan, supaya penyelidikannya dilakukan di satu tempat, tidak terpisah-pisah," ujar dia.

Sementara lima tersangka lainnya diperiksa di Polres OKU Selatan adalah yang menyerahkan diri, dua hari pascakejadian. Mereka yakni Indo Saputra (22), Julius Hendra Yudi (38), Fandi (38), dan Hartawan (40) warga Tebing Gading, Kabupaten OKU Selatan serta Rudi Hartono (38) warga Kampung Minang.


"Jumlah tersangka delapan ini sudah final, tidak akan bertambah lagi. Untuk perannya masih didalami oleh penyidik," ungkap Slamet.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan keterangan kepolisian pengeroyokan disebabkan oleh selisih paham antara Briptu Yusuf dan tersangka Yongki.

Peristiwa bermula saat Briptu Yusuf mengendarai sepeda motor melintasi tempat kejadian perkara (TKP). Tak lama kemudian, melintaslah tersangka Yongki dengan kecepatan tinggi memotong lajur kendaraan Yusuf sambil membunyikan knalpot berisiknya.

Diduga merasa tersinggung, Briptu Yusuf kemudian mengejar dan mengadang laju sepeda motor Yongki. Kemudian Briptu Yusuf memukul tersangka Yongki menggunakan senjata api dinas.

Saat dipukuli, tersangka Yongki meminta tolong lalu berdatangan tersangka lainnya membantu Yongki. Sehingga Briptu Yusuf dikeroyok dan tewas karena sejumlah luka tusuk dan pukulan di tubuhnya.

(idz/ain)